MAKASSAR, BUKAMATA - Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Makassar, Achmad Hendra Hakamuddin, mulai menyiagakan peralatan yang dimilikinya untuk menghadapi bencana banjir. Seperti tenda, booth, dapur umum, selimut dan perlengkapan lainnya yang bersifat emergency-kit.
"Kita sudah siagakan peralatan. Jadi ketika terjadi banjir, semua sudah siap," kata Hendra, Jumat, 10 September 2021.
Sesuai protap, BPBD sudah menyiapkan potensi di setiap titik. Sejumlah personel disiagakan untuk melaporkan kondisi terakhir di titik rawan banjir. Bahkan, jika status posko siaga ditingkatkan menjadi posko darurat, maka BPBD akan segera berkoordinasi dengan instansi samping, seperti Brimob dan TNI Angkatan Laut.
"Jadi ketika air mulai tergenang, kita sudah siapkan posko siaga. Ketika intensitas hujan sudah tinggi, kita tingkatkan status posko darurat. Begitu SOP-nya," terang Hendra.
Sebelumnya, BPBD juga telah memassifkan koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), menjelang musim penghujan. Mengingat, ada sejumlah titik di Makassar yang menjadi langganan banjir setiap tahunnya.
BMKG memprediksi musim penghujan datangnya lebih awal di akhir September ini. Komplek Kodam III di Kecamatan Biringkanaya dan di Blok 8-10 Perumnas Antang di Kecamatan Manggala, merupakan titik terparah ketika banjir melanda Makassar. Kemudian di Panakkukang, sekitar pinggir Sungai Tallo. (*)
BERITA TERKAIT
-
Warga Manggala Dilaporkan Hilang di Waduk Nipa-Nipa
-
BPBD Selamatkan 13 Warga Makassar yang Terjebak di Air Terjun Barayya Jeneberang
-
Perusahaan Jepang Tawarkan Teknologi BLITZ GIS, Solusi Real Time Cegah Banjir di Makassar
-
Pemkot Makassar Percepat Penanganan Banjir, Lakukan Pengerukan Drainase di Titik Rawan
-
Kapolda Sulsel Irjen Pol Yudhiawan Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Banjir Makassar