MAKASSAR, BUKAMATA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Makassar mulai memassifkan koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), menjelang musim penghujan. Mengingat, ada sejumlah titik di Makassar yang menjadi langganan banjir setiap tahunnya.
Kepala Pelaksana BPBD Makassar, Achmad Hendra Hakamuddin, menyebut, Komplek Kodam III di Kecamatan Biringkanaya dan di Blok 8-10 Perumnas Antang di Kecamatan Manggala, merupakan titik terparah ketika banjir melanda Makassar. Kemudian di Panakkukang, sekitar pinggir Sungai Tallo.
"Kita sudah tahu dimana titik rawan, sehingga perlu dilakukan antisipasi dini. Makanya, kita kontrol terus, koordinasi dengan BMKG," jelas Hendra, Senin, 6 September 2021.
Ia mengungkapkan, BMKG memprediksi musim penghujan datangnya lebih awal di akhir September ini. "Minggu lalu curah hujan mulai kelihatan, kita sudah rapatkan. Persiapan di akhir September, karena BMKG sampaikan musim penghujan akan lebih cepat. Intesitas curah hujan kita lihat perkembangannya seperti apa," terangnya.
Mantan Kepala Dispora ini menambahkan, hal yang juga perlu diantisipasi yakni banjir bandang kiriman daerah kabupaten yang ada di sekitar Makassar.
"Makanya kita juga selalu koordinasi dengan BMKG berkaitan dengan curah hujan di Maros dan Gowa," pungkasnya. (*)
BERITA TERKAIT
-
Kabar Duka, Petugas BPBD Makassar Tewas Tertabrak Truk Tronton
-
Dari Safari Ramadan ke Posko Banjir, Wali Kota Munafri Tunjukkan Empati Nyata untuk Korban Terdampak Bencana
-
Banjir Rendam Blok 8 Manggala, Warga Kembali Mengungsi
-
BPBD Makassar Pastikan Tak Ada Korban Jiwa banjir, Evakuasi Dilakukan di Titik Rawan
-
Kebakaran Kapal di Pelabuhan Paotere, Sembilan Orang Luka-luka