Wiwi : Minggu, 05 September 2021 21:19
Integrasi Pelindo sebagai langkah dalam menghadapi perubahan zaman.

BUKAMATA - Suara bongkar muat barang terdengar, membuat bising telinga. Aktivitas ini setiap hari dilakukan para pekerja pelabuhan demi kelangsungan hidup banyak pihak, dan demi berkembangnya negara tercinta, Indonesia.

Teknologi semakin maju, pemikiran manusia semakin luas. Banyak ide-ide luar biasa yang tercipta demi kenyamanan, keamanan, dan kepentingan bersama.

PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) tentu tak tinggal diam. Perseroan itu terus membuat gebrakan baru, bukan semata-mata untuk keuntungan perusahaan, tapi juga kenyaman masyarakat dan perkembangan negara.

Melalui program integrasi yang berkolaborasi dengan sejumlah pihak, PT Pelindo siap hadir dengan wajah baru di akhir tahun 2020.

Empat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bidang Pelabuhan, yakni Pelindo I, II, III, dan IV akan terintegrasi menjadi satu; Pelindo.

“Penggabungan ini dilakukan dalam rangka mewujudkan industri kepelabuhanan nasional yang lebih kuat, dan meningkatkan konektivitas maritim di seluruh Indonesia, serta meningkatkan kinerja dan daya saing BUMN di bidang kepelabuhanan,”ungkap Wakil Menteri BUMN II, Kartika Wirjoatmodjo, dalam konferensi pers ‘Rancangan Penggabungan PT Pelabuhan Indonesia I, II, III, IV (Persero)’ yang berlangsung secara daring di Jakarta, Rabu (1/9/2021).

Integrasi Pelindo merupakan salah satu bagian dari program strategis Pemerintah dan inisiatif Kementerian BUMN untuk melanjutkan proses konsolidasi BUMN dalam layanan kepelabuhanan.

Sementara itu, Direktur Utama Pelindo 1, Prasetyo mengungkapkan, Integrasi dilakukan demi meningkatkan kenyamanan customer. Dalam hal ini, PT Pelindo memikirkan berbagai aspek untuk memudahkan Customer dalam melalukan pengiriman barang.

"Melalui integrasi ini, akan ada standarisasi kompetensi di seluruh perseroan. Dengan standar layanan yang serupa di seluruh pelabuhan. Ini tentu meningkatkan kenyaman customer,"kata Prasetyo dikutip Bukamata

melalui laman instagram Makassar New Port, Minggu (5/9/2021).

Tak hanya Prasetyo, Direktur Utama Pelindo II Arif Suhartono, Integrasi Pelindo akan berdampak pada peningkatan kinerja dan efisiensi bagi BUMN Pelabuhan. Integrasi ini memudahkan Pelindo memiliki kontrol dan kendali strategis yang lebih baik.

Semangat integrasi juga diungkapkan Boy Robyanto, Direktur Utama Pelindo III. Dia optimistis bahwa integrasi akan berdampak pada penurunan biaya logistik secara bertahap.

Selain itu menurut Prasetyadi, Direktur Utama Pelindo IV integrasi juga akan memacu kinerja operasional di pelabuhan, investasi usaha meningkat, dan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat sehingga memberi dampak pada ekonomi nasional.

Melihat Gebrakan yang dilakukan Pelindo terkait integrasi tersebut, pelaku usaha ekapor impor barang, Septiadi mengaku senang atas kemudahan-kemudahan yang akan diberikan PT Pelindo nantinya.

Selama ini, kata Septiadi, pihaknya sering mengalami dwelling time dan waiting time. Dimana, proses barang atau peti kemas turun dari kapal membutuhkan waktu yang lama, sehingga barang ditumpuk di lapangan yang menyebabkan kerusakan.

"Dengan adanya integrasi ini, tentu faktor-faktor yang mempengaruhi waiting time bisa segera teratasi,"kata Septiadi saat dihubungi Bukamata.

Faktor tersebut, lanjut dia, yakni ketersediaan fasilitas (kecukupan) dermaga, peralatan bongkar muat yang memadai serta fasilitas pendukung lainnya seperti lapangan penumpukan dan peralatan angkat dan angkut yang digunakan untuk kegiatan trucking, serta lift on dan lift off di lapangan penumpukan. Hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah kinerja atau produktivitas bongkar muat yang dilakukan oleh crane di dermaga.

-Manfaat Integrasi

Adapun manfaat lain dari Integrasi dan Kolaborasi adalah:

  1. BUMN Pelabuhan akan dapat Go Global menjadi Top 10 Operator
  2. Terminal Global dan Internasional mempermudah alur koordinasi pemerintah dengan pengelola Pelabuhan Indonesia
  3. meningkatkan kontribusi pendapatan negara,
  4. penurunan biaya logistic,
  5. dan bagi masyarakat tentunya peningkatan produktivitas dan efisiensi pelayanan di Pelabuhan yang pada akhirnya akan menurunkan harga barang.