Redaksi : Sabtu, 04 September 2021 13:27
Rektor UIM, Dr Majdah M Zain saat membacakan sambutan di depan mahasiswa baru.

MAKASSAR, BUKAMATA - Sabtu, 4 September 2021. Setengah ruangan Auditorium KH Muhyiddin Zain Universitas Islam Makassar (UIM), dipenuhi mahasiswa baru. Selebihnya hadir di ruang aplikasi zoom. Begitu suasana penyambutan mahasiswa baru UIM.

Wakil Rektor III UIM, Dr H Nurdin mengatakan, meski seluruh mahasiswa baru sudah disuntik vaksin Covid-19, namun protap Covid-19 tetap dijalankan. Yakni, 50 persen dari kapasitas ruangan.

Nurdin mengaku bersyukur, walau di tengah pandemi Covid-19, animo untuk mendaftar kuliah di UIM tetap tinggi. Terbukti kata dia, ada sekitar 1.000 putra putri terbaik yang mendaftar sebagai mahasiswa baru dari seluruh daerah di Sulawesi dan Indonesia. "Ini perlu disyukuri," pungkas Nurdin.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim juga hadir di aplikasi zoom. Di hadapan mahasiswa baru UIM, dia mengharapkan seluruh kampus dapat bersinergi melalui program kampus merdeka, dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

"Semoga setelah Covid-19 terkendali, bisa dilakukan proses belajar tatap muka langsung namun prokes ketat," tegasnya.

Rektor UIM, Dr Ir Hj Andi Majdah M Zain M.Si dalam sambutannya, mengharapkan warga baru UIM sebagai penerus bangsa, nantinya berteman, bergaul, berpartisipasi dan berkompetisi. Tidak hanya di tingkat lokal dan nasional, tapi juga di level internasional. "Dengan berlandaskan Al-Qur'an jadilah mahasiswa perubahan dengan global mindset," ujarnya.

Untuk dapat mempunyai global mindset kata Majdah, tidaknya cukup dengan kemampuan akademik atau academic capital. Namun juga harus ditunjang dengan Kemampuan diplomasi yang baik, belajar inter-cultural dan cross Cultural Understanding.

"Kita beragam, kita berbeda tapi kita semua satu, Universitas Islam Makassar sebagai perguruan tinggi Nahdlatul Ulama terbaik ke-5. Di tengah pandemik Covid-19, tantangan buat kita semua mampu bertahan dengan eksistensinya," ucapnya.

Majdah menambahkan, untuk menghadapi tantangan dibutuhkan kreativitas dan skill. Itu untuk dapat menjalani arus global.

Alumni UIM lanjut Majdah, sudah tersebar di seluruh Indonesia, mengharumkan nama almamater mereka. Sedang menerapkan ilmu yang selama ini sudah diperoleh di bangku kuliah, sedang mencari dan belajar memperkaya pengalaman berinteraksi dengan masyarakat yang majemuk ini.

"Kita akan semakin mampu menyelesaikan masalah yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini dan di masa-masa yang akan datang. Selamat datang di kampus yang terletak di jantung dan akarnya budaya, kampus yang selalu menghargai keberagaman, kampus yang mencetak para pemimpin bangsa yang berwawasan global, tapi tetap menjunjung tinggi nilai Al-Qur'an dan peradaban bangsa," tegas Majdah.

Di akhir sambutan, Majdah memberi kejutan menarik. Dia membaca pantun yang disambut gegap gempita peserta. Baik zoom maupun yang hadir di auditorium. Begini pantunnya:

Si Roni makan kue buroncong
Buroncong itu enak buatan Maya
Detak jantungku begitu kencang
Menyambut mahasiswa yang begitu gagahnya

Sungguh kuatnya si kayu gaharu
Sangat cocok untuk dibuat papan
Selamat datang hai mahasiswa baru
Di kampus yang unggul membangun peradaban

Makan buah belimbing dapat lagi buah mangga
Sudah kenyang makan apalagi terserah
Kalian sudah membuat orang tua kalian bangga
Teruslah semangat dan pantang menyerah (*)