Redaksi : Jumat, 03 September 2021 10:27
Almarhum Praka Dirhamsah bersama istri dan anaknya.

PAPUA, BUKAMATA - Dua dari empat prajurit TNI AD yang gugur ditembak teroris KKB Papua, berasal dari Sulsel. Mereka adalah Praka Dirhamsah asal Pangkep, Sulsel. Sementara Pratu Zul Anshari, berasal dari Barru, Sulsel.

Keduanya gugur diserang sekira 30 teroris KKB Papua, saat keduanya bersama tiga rekannya yang lain sedang berada di Posramil Kisor, Kabupaten Maybrat, Papua pada Kamis, 2 September 2021, sekira pukul 03.00 WIT dini hari.

Saat itu, sebagian sedang tertidur di dalam pos. Sebagian lainnya berjaga. Tiba-tiba dalam remang malam, sekira 30 orang diduga teroris KKB Papua, datang menyerang dengan senjata api dan parang.

Serangan tak terduga membuat prajurit TNI AD itu jadi bulan-bulanan para penyerang. Selain Praka Dirham dan Pratu Zul, dua lainnya juga tewas. Yakni, Serda Amrosius, dan Lettu Chb Dirman. Satu lainnya, Pratu Ikbal dinyatakan hilang.

Dari empat orang tewas, tiga orang ditemukan bersimbah darah di dalam pos. Yakni, Serda Amrosius, Praka Dirham, dan Pratu Zul Ansari. Sedangkan Komandan Posramil Kisor, Lettu Chb Dirman, ditemukan tewas di semak-semak belukar, tak jauh dari pos.

Kepala Penerangan Kodam XVIII/Kasuari Letnan Kolonel Arm Hendra Pesireron membenarkan penyerangan itu. Pihaknya sudah mengevakuasi jenazah empat prajurit TNI AD yang gugur.

Empat jenazah prajurit dibawa ke Balai Prajurit Praja Vira Tama Korem 181/PVT Sorong. Jasad keempat prajurit TNI ini akan dilepas secara upacara militer di Makorem 181/PVT oleh Pangdam Kasuari, Mayjend TNI I Nyoman Chatiasa sebelum di diberangkatkan ke kampung halaman masing-masing, sekitar pukul 14.00 WIT hari ini.

Praka Dhirhamsyah, meninggalkan seorang istri dan seorang anak. Rencananya akan dimakamkan di kampung halamannya, di Desa Tumampua, Kecamatan Pangkajene, Kabupaten Pangkep. Sedangkan Pratu Zul Ansari, juga meninggalkan seorang istri. Rencana akan dimakamkan di Desa Lompo Tengah, Kecamatan Tanete Riaja, Kabupaten Barru.