Aswad Syam
Aswad Syam

Jumat, 03 September 2021 07:28

Lokasi ditemukannya jasad korban Kamaruddin di Hutan Inhutani, Gowa, Sulsel.
Lokasi ditemukannya jasad korban Kamaruddin di Hutan Inhutani, Gowa, Sulsel.

Aksi Sadis Pak RT Cs di Gowa, Tebas Pria Lalu Cekoki Racun Rumput hingga Tewas

Seorang Ketua RT di Gowa ditangkap bersama tiga warganya, usai menganiaya seorang pria hingga tewas.

GOWA, BUKAMATA - Polisi dari Polres Gowa, menangkap empat orang. Diduga pelaku pembunuhan terhadap Kamaruddin (25), pria yang tewas dengan luka parah di kawasan hutan Inhutani Gowa, Sulsel.

Salah satu terduga pelaku adalah Ketua RT bernama Nyampa (50). Yang lainnya, Nasir (40), Sangkala (50), dan Basri (40).

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombe E Zulpan mengurai kronologinya. Itu berdasarkan keterangan terduga pelaku.

Kejadiannya Selasa, 31 Agustus 2021. Sekira pukul 17.00 Wita. Saat itu, Nasir, terduga pelaku yang pertama menemukan korban di kawasan Inhutani Gowa, menginterogasi korban.

"Mau ke mana? Kenapa kau ada di sini?" tanya Nasir.

"Saya tidak tahu kenapa saya ada di sini, saya seperti terpengaruh makhluk gaib," ujar korban.

Nasir memeriksa tas korban lalu mengambil parang. Dia kemudian menebas kaki kanan korban.

Usai ditebas, korban tak tinggal diam. Dia melawan. Mendapat perlawanan, pelaku Nasir melarikan diri. Di tengah jalan dia bertemu dua terduga pelaku lainnya, yakni Sangkala dan Nyampa.

"Setelah (ditebas) itu korban melakukan perlawanan sehingga Nasir lari ke arah rumah warga dan bertemu dengan Pak RT bernama Nyampa dan Sangkala," ungkap Kombes E Zulpan.

Nasir lalu memberitahukan Nyampa dan Sangkala, bahwa dia bertemu pencuri sapi. Selanjutnya, ketiganya kembali ke lokasi. Dalam perjalanan, ketiganya secara tak sengaja bertemu terduga pelaku Basri.

"Selanjutnya mereka berempat menuju ke tempat korban," kata Kombes Zulpan.

Saat bertemu korban, keempat terduga pelaku langsung memeriksa isi tas milik korban dan menemukan seutas tali tambang warna hijau muda.

"Seketika itu mereka berempat menuduh korban adalah pelaku pencurian sapi yang terjadi sekitar tanggal 29 Agustus 2021 di sekitar TKP," beber Zulpan.

Para terduga pelaku pun menganiaya korban, yang saat itu sedang berada di atas motornya.

Basri langsung menebas kepala korban menggunakan parang, seketika itu korban terjatuh dari motornya.

Tak sampai di situ, terduga pelaku Nyampa juga beraksi dengan cara memegang kaki korban kemudian Sangkala mencekoki korban dengan racun rumput.

Sangkala lalu memukul bagian pipi korban dengan kepalan tangan dan memukul kaki berkali-kali menggunakan sebatang kayu selanjutnya Basri langsung menebas bagian belakang badan korban.

Korban ditemukan pertama kali oleh warga sekitar bernama Israh Efendi (27) sekira pukul 18.00 Wita. Ia lalu melaporkannya kepada warga sekitar. Kepada warga korban sempat berbicara. Mengatakam kalau namanya adalah Kamaruddin. Warga kemudian langsung mengevakuasi korban ke Puskesmas Parangloe.

Sayang, nyawa korban tak tertolong. Dia meninggal di puskesmas.

Polisi lalu melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap para terduga pelaku di rumah masing-masing di wilayah Desa Belapunranga, Kecamatan Parangloe, Gowa, pada Rabu (1/9/2021) malam.

Jenazah korban lalu dibawa ke RS Bhayangkara, Makassar, untuk diautopsi.

Kasubag Humas Polres Gowa, AKP Mangatas Tambunan mengatakan, dari hasil pemeriksaan di Puskesmas Parangloe ditemukan berbagai luka pada bagian betis dan jari kelingking, kaki, kepala, serta pada bagian jakung atau leher korban.

#Penganiayaan #Gowa