SINJAI, BUKAMATA - Sejak tahun 2021, banjir di tengah kota Sinjai, kerap terjadi saat curah hujan tinggi. Tercatat, banjir yang terjadi pada Juli 2021 lalu, merendam sejumlah fasilitas umum, pusta ekonomi, rumah ibadah hingga rumah jabatan Bupati Sinjai, Andi Seto Asapa.
Hujan deras yang melanda Sinjai pada pekan ke-4 Agustus 2021, sejumlah rumah warga di Kecamatan Sinjai Utara kembali digenangi air. Akibatnya, aktivitas warga lumpuh berjam-jam lamanya.
Pada Agustus 2019 lalu, Bupati Sinjai pernah memboyong sejumlah OPDnya ke Kota Semarang, Jawa Tengah melakukan studi banding dalam penanganan banjir di Bumi Panrtia Kitta.
Rombongan Pemkab Sinjai kala itu terdiri dari, Ketua DPRD Sinjai, unsur Forkopimda, Kadis Parbud Sinjai, Plt Kadis Kominfo dan Persandian, Kepala BPBD Sinjai, Sekretaris PUPR Sinjai, Sekretaris Bappeda, Plt Camat Sinjai Utara.
Kegagalan Bupati Andi Seto Asapa dalam penanganan Banjir, diakui oleh Legislator Sinjai, Muhammad Wahyu. Ia menilai, semasa kepemimpinannya, tidak ada upaya signifikan yang dilakukan Pemda dalam penanganan banjir.
Padahal, kata Anggota DPRD Fraksi Golkar itu, bupati telah sering diberi masukan agar banjir di tengah kota bisa diminimalisir.
"Pasca Banjir pada Juli 2021 lalu, saya langsung lakukan interupsi ke Bupati saat pembahasan KUA-PPAS, meminta agar banjir di tengah kota menjadi skala prioritas," Ujar Wahyu, Rabu (1/9/2021).
Rencana Pemkab untuk membangun embung untuk menangkal banjir kata Wahyu, bukan skala pencegahan jangka pendek. Karena menurutnya, hingga saat ini, embung yang direncanakan itu, juga belum teralisasi, padahal curah hujan yang tinggi tidak dapat diprediksi.
"Kalau embung yang ditunggu, sampai kapan. Sedangkan embung tidak bisa selesai dalam waktu 2 tahun ini. Sekarang saja masih terkendala pembebasan lahannya, padahal sudah dianggarkan," Kata Wahyu lagi.
Sebagai solusi, Legislator muda Sinjai itu menawarkan ke Pemkab untuk melakukan perbaikan jaringan drainase di tengah kota. Hal ini setidaknya bisa mengatasi banjir yang bisa terjadi kapan saja dalam waktu dekat ini.
"Sebagai legislator Dapil Sinjai Utara, saya merasakan, jika banjir melumpuhkan aktivitas ekonomi warga. Membuat kerugian material dan nonmaterial," Bebernya.
Wahyu mengakui, jaringan drainase di tengah kota Sinjai, bermasalah. Dari penyempitan hingga mengalami kerusakan. Olehnya, butuh sentuhan signifikan.
" Jangan saat banjir, baru bicara banjir. Setelah berlalu, didiamkan lagi. Olehnya, kita mendorong pada anggaran pokok dan perubahan di 2021, Pemkab harus menjadikan penanganan banjir sebagai skala prioritasnya," Jelas Wahyu
BERITA TERKAIT
-
Dua Oknum Anggota DPRD Sinjai Diamankan Polisi, Tertangkap Basah Nyabu di Hotel
-
Di Depan Kantor Bappeda Sinjai, Wanita Ini Hidup Tak Berkecukupan, Pak Bupati Apa Kabar?
-
Lukman H Arsal Resmi Diberhentikan Sebagai Ketua DPRD Sinjai
-
Sinjai Raih Posisi 3 Untuk Penyelesaian Pemeriksaan BPK, Wabup AKAR : Ini Adalah Komitmen
-
Kasus Positif Berdasarkan hasil Swab Test di Kab Sinjai, Mengalami Penambahan