PINRANG, BUKAMATA - Gedung PKK Pinrang, bakal dipercantik. Kendati jarang difungsikan. Anggaran yang dikucurkan untuk memoles gedung itu, Rp1,5 miliar.
Anggaran sebesar itu menjadi sorotan pengamat. Salah seorang pengamat pemerintahan dari Unhas, Muh Tang mengungkapkan, di masa pandemi dan era sulit seperti sekarang, pemerintah idealnya mengatur skala prioritaskan dalam menggunakan APBD. Apalagi, jika sampai menyedot anggaran yang tidak kecil.
"Kita perlu pertanyakan kepekaan Pemkab. Apalagi itu sudah miliaran. Di mana rasa keadilannya kok tiba-tiba ada anggaran rehab yang besar begitu," imbuhnya.
Muh Tang juga menilai, tidak ada yang mendesak untuk perbaikan gedung PKK. Selama ini kata dia, PKK misalnya bisa memakai aula kantor bupati untuk kegiatan-kegiatannya. Ditambah lagi, gedung tersebut memang sangat jarang digunakan.
"PKK juga bukan SKPD kan. Tidak ada fungsi pelayanan di situ. Sehingga, di momen krisis seperti sekarang sayang sekali jika diberi atensi dengan anggaran sebesar itu," bebernya.
Sekda Pinrang, Andi Budaya menanggapi kritikan itu. Dia menegaskan gedung PKK sudah mendesak untuk diperbaiki. Sebab, kondisinya dinilai sudah rusak berat. Sementara di sisi lain aktivitas PKK membutuhkan tempat.
"Itu sudah rusak berat dan bocor," jelasnya.
Kata Budaya, anggaran berkisar Rp1,5 miliar itu bukan untuk rehabilitasi total. Tapi hanya untuk sejumlah perbaikan saja. "Iya bukan rehab total, sebab anggaran juga terbatas," pungkasnya.
Penulis: Jun
TAG
BERITA TERKAIT
-
Buka Reakreditasi RSUD Lasinrang, Bupati Pinrang Tekankan Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan
-
Tinjau Lapangan Lasinrang dan Pasar Sentral, Bupati Pinrang Tekankan Kebersihan dan Penataan Fasilitas Umum
-
Pemkab Pinrang Dorong Inovasi Pembelajaran melalui Diseminasi dan Showcasing Sekolah Model 2026
-
Dinkes Pinrang Dampingi Pelaku Usaha Pangan Rumah Tangga Penuhi Persyaratan SPP-IRT
-
Dinkes Pinrang Gelar Kampanye Kesehatan Jiwa, Ajak Pelajar Cegah Perundungan