Aswad Syam
Aswad Syam

Senin, 30 Agustus 2021 19:53

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Jamal Fathur Rakhman memperlihatkan badik yang digunakan pelaku mengancam sopir taksi.
Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Jamal Fathur Rakhman memperlihatkan badik yang digunakan pelaku mengancam sopir taksi.

Dendam Asmara Jadi Motif Wanita Pengusaha Jakarta Culik Sopir Taksi Online

Dendam asmara menjadi motif wanita pengusaha mengotaki penculikan sopir taksi online. Dia pernah selingkuh dengan korban. Namun diketahui istri korban, sehingga orang tua pelaku didatangi istri korban.

MAKASSAR, BUKAMATA - Terang sudah motif wanita pengusaha di Jakarta berinisial NA (31) mengotaki penculikan dan penganiayaan Arman, seorang sopir taksi online. Ternyata, wanita pengusaha itu pernah selingkuh dengan korban.

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Jamal Fathur Rakhman, Senin, 30 Agustus 2021 mengungkap hal tersebut di depan awak media.

"Motifnya karena adanya hubungan asmara antara pelaku dengan korban. Namun, korban sudah mempunyai istri, hubungan mereka pun diketahui istrinya. Kemudian istri korban mendatangi orang tua pelaku. Di situlah pelaku marah dan mempunyai rencana untuk memberikan pelajaran terhadap korban," ungkap Kompol Jamal.

Perkenalan pelaku dan korban terjadi saat NA datang ke Makassar untuk mengembangkan bisnisnya. Namun, saat itu NA terkendala transportasi. Dia tidak memiliki kendaraan. Ia lalu bertemu dengan Arman, sopir taksi online. Dari pertemuan itu, mereka saling berkomunikasi hingga ada benih-benih asmara.

"Jadi otak kasus ini NA berasal dari Jakarta. Ia meminta korban untuk menjadi driver offline. Kemudian mereka menjalin hubungan asmara yang disembunyikan oleh korban, karena dia memiliki istri. Tapi hubungan mereka pun ketahuan oleh istri korban sehingga mendatangi rumah pelaku di Makassar dan bertemu dengan orangtua pelaku. Setelah itu, pelaku kembali ke Jakarta," jelasnya.

NA menyimpan dendam kepada korban. Karena orang tuanya dilabrak istri korban. Benih-benih dendam itu dibawa ke Jakarta. Akhirnya NA kata Kompol Jamal, kemudian merencanakan untuk memberikan pelajaran terhadap Arman dengan membuat skenario menculik dan merusak kendaraan korban.

Para pelaku yang bertindak eksekutor sebanyak tiga orang, diberikan imbalan sebesar Rp70 juta. "Saat menyusun rencana tersebut, NA melibatkan staf kantornya untuk mencari orang yang bisa menjalankan rencananya tersebut. Adik pelaku juga berperan mencari para eksekutor melalui Instagram. Akhirnya menemukan tiga orang pelaku," paparnya.

Rencana jahat NA, sedianya dijalankan sejak Juli lalu. Namun, tidak membuahkan hasil. Pada Agustus ini ungkap Jamal, para pelaku yang bekerja atas suruhan NA berhasil mengetahui keberadaan korban. Sehingga, rencana tersebut dijalankan dengan memberikan imbalan terhadap tiga orang pelaku sejumlah uang sebagai uang muka.

"Tiga orang pelaku ini mendapatkan pembayaran pertama sebesar Rp40 juta. Tanggal 6 Agustus korban janjian dengan salah satu satu pelaku untuk bertemu. Lalu korban diajak mendatangi beberapa tempat untuk membeli perlengkapan CCTV. Setelah itu, mereka singgah di sebuah rumah makan, kemudian datanglah tiga orang pelaku sambil menodongkan senjata tajam jenis badik ke korban," paparnya.

Selanjutnya, di bawah ancaman badik, korban dibawa masuk ke dalam sebuah mobil dan para pelaku kemudian menutup mata korban dan mengikat tangannya lalu dibawa ke salah satu tempat di Makassar.

"Korban saat itu dibawa menuju ke daerah tanjung. Di situ telah menunggu empat pelaku lainnya. Kemudian korban dipindahkan ke mobil lainnya. Para pelaku kemudian membawa korban menuju ke Kota Manado dengan menggunakan dua unit mobil," beber Jamal.

Sepanjang perjalanan ke Kota Manado, korban terus mendapatkan tindakan penganiayaan, hingga tubuh korban mengalami luka lebam dan memar.

"Korban disekap selama 9 hari. Pada 14 Agustus sekitar pukul 03.00 Wita, di perbatasan Kota Manado dan Provinsi Gorontalo, kemudian korban diturunkan di tengah hutan. Korban kemudian menyusuri jalan hingga menemukan salah satu warga dan meminta pertolongan," sebutnya.

Saat ini, tujuh pelaku telah diamankan di Mapolrestabes Makassar guna pemeriksaan lebih lanjut. Mereka dijerat pasal 365 KHUPidana. Ancaman hukumannya, 7 tahun penjara.

Penulis: Maulana

#Penculikan #Driver taksi online