MAKASSAR, BUKAMATA - NA (31), diciduk di salah satu hotel di Jakarta. Wanita pengusaha itu yang menjadi otak perampokan dan penculikan Arman, seorang sopir taksi online di Makassar.
Selain NA, juga turut diciduk 6 kaki tangannya. Tiga di Makassar. Tiga lainnya dibekuk di Jakarta.
Kepada polisi, NA mengaku sakit hati terhadap korban. Namun, polisi belum merinci apa yang menyebabkan pelaku sakit hati terhadap korban.
Kasubnit 2 Jatanras Polrestabes Makassar, Ipda Nasrullah mengatakan, yang jelas, antara korban dan otak pelaku, sebelumnya saling mengenal.
"Dari interogasi awal itu, mereka (pelaku dan korban) sebelumnya sudah kenal selama satu tahun terakhir. Kemudian ada masalah antara keduanya," ujar Ipda Nasrullah.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, seorang sopir taksi online di Makassar, Sulsel bernama Arman, disekap saat sedang di warung sop saudara.
Tiba-tiba dia didatangi pria dan menempelkan badik di lehernya. Dia lalu digiring ke mobil. Alasannya, mobilnya bermasalah. Usai dibawa ke Tanjung Bayang dan dianiaya di sana, korban lalu dibawa ke Gorontalo.
Selama sepuluh hari, sejak 6 Agustus 2021 hingga Senin, 16 Agustus 2021, korban menjadi korban penyekapan. Mulut dan matanya dilakban. Dia kemudian diturunkan di Gorontalo. Mobilnya dirampas.
Warga di sana lalu live lewat Facebook. Arman lalu dikenali keluarganya dan dijemput di sana.
Belakangan, tiga pelaku yang merupakan eksekutor penculikan ditangkap di Makassar. Mereka mengaku diberi Rp40 juta. Rp30 juta diberikan pada awal. Sisanya Rp10 juta diberikan usai beraksi.
BERITA TERKAIT
-
Bocah 10 Tahun di Gowa Jadi Korban Penculikan dan Kekerasan Seksual, Pelaku Punya Sejumlah Catatan Kriminal
-
Siswi SMA di Bone Nyaris Jadi Korban Penculikan Usai Terjebak Rayuan di Media Sosial
-
Balita 4 Tahun Diduga Diculik di Taman Pakui Sayang, Polrestabes Makassar Belum Tetapkan Tersangka
-
Cinta Ditolak, Alasan Kakek 60 Tahun Culik Remaja Putri di Bone
-
Empat Penculik Remaja di Bone Berhasil Ditangkap, Satu Pelaku Tetangga Korban