Redaksi : Rabu, 25 Agustus 2021 13:29
Satgas Nemangkawi menyusuri Kali Brazza, mencari sisa-sisa karyawan PT Indo Papua yang dibantai KKB.

JAYAPURA, BUKAMATA - Minggu, 22 Agustus 2021. Jarum jam menunjukkan pukul 16.30 WIT. Sore itu, di Kampung Kribun, Distrik Dekai, Yahukimo, Papua, Rionaldo Raturoma dan Dedi Imam Pramuji, dua karyawan PT Indo Papua, sedang berada di lokasi proyek pembangunan jembatan di Sungai Brazza.

Jarak proyek itu berada kurang lebih 10 kilometer dari kamp milik PT Indo Papua.

Tiba-tiba, keduanya melihat ada sekelompok pria mendekat. Menenteng busur panah, senjata api dan parang.

Rionaldo Raturoma dan Dedi Imam Pramuji bergegas ke mobil. Namun mereka terkejar. Anak panah dilepaskan dari jarak dekat. Menembus tubuh keduanya. Sabetan senjata tajam juga diayunkan ke tubuh keduanya. Lalu dengan sadis, para pria yang diduga teroris Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua pimpinan Tendius Gwijangge itu membakar mobil dan tubuh kedua korban sebelum kabur meninggalkan lokasi.

Gerombolan sadis itu terlebih dahulu menebang pohon dan meletakkannya melintang, memblokir jalanan.

Saat Satgas Nemangkawi ke lokasi mengevakuasi jasad kedua korban pada Senin, 23 Agustus 2021, mereka diberondong tembakan di tepi Sungai Brazza, Yahukimo, Papua. Petugas membunyikan sirine untuk mengundang karyawan proyek jembatan yang tersisa untuk keluar dari persembunyiannya. Namun tak ada yang keluar.

Berondongan peluru dari KKB terus berdesing, ke arah para petugas. Satgas membalas sehingga terjadi kontak tembak selama 30 menit. Ada empat anggota Satgas terkena rekoset peluru. Satgas melakukan pengejaran. Namun terhalang pohon yang diletakkan melintang di tengah jalan.

Satgas kembali ke arah kota. Saat menyusuri Kali Brazza, Satgas menemukan para karyawan PT Indo Papua sedang bersembunyi di pinggir sungai. Ada 11 orang kemudian dievakuasi. Anggota yang terluka sudah mendapatkan perawatan medis di Dekai.

"Personel Satgas Nemangkawi akan terus memburu pelaku dan menindak tegas terhadap kelompok-kelompok yang mengganggu stabilitas keamanan di Papua," ujar Kasatgas Humas Nemangkawi, Kombes Ahmad Musthofa Kamal.

Perkiraan aparat, KKB pimpinan Tendius Gwijangge memiliki 6 pucuk senjata api. Sebagian merupakan rampasan dari milik TNI. Dari enam pucuk, dua di antaranya merupakan senjata api jenis SS2 V1 kaliber 5,56 milik Yonif Linud 432 Kostrad yang diduga direbut KKB.

Komandan Tim Penegakan Hukum Satgas Nemangkawi Kombes Faisal Rahmadani mengatakan, pihaknya menduga kedua pucuk senjata api milik TNI AD sudah berada di tangan kelompok Tenius Gwijangge.

"Senjata tersebut memiliki 'trijicon' hingga tembakan mereka terbidik semua," ungkap Kombes Faisal.