Redaksi
Redaksi

Selasa, 24 Agustus 2021 18:22

Vaksin
Vaksin

Ada Daerah Yang Tahan Stok Vaksin ! Menkes: Jika diperintahkan Habiskan, Maka harus Dihabiskan

Budi mendorong stok vaksin yang tersedia segera disuntikkan ke masyarakat.

JAKARTA, BUKAMATA - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin meminta pemerintah daerah tak perlu menyimpan stok vaksin Covid-19 terlalu lama. Budi mendorong stok vaksin yang tersedia segera disuntikkan ke masyarakat.

"Atas arahan bapak presiden kita ingin menegaskan sekali lagi daerah tidak perlu memegang stok, karena nanti akan diatur suntik keduanya dari pusat, dari kita," kata Budi dalam konpers yang disiarkan di kanal Youtube Kementerian Kesehatan, Selasa (24/8/2021).

Sebelumnya, kekurangan stok vaksin terdengar dari berbagai daerah di Tanah Air. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan, sejumlah daerah sebenarnya belum kekurangan vaksin Covid-19. Bahkan, ada puluhan juta dosis vaksin dalam kondisi distok di beberapa daerah.

"Atas arahan Bapak Presiden, kita ingin menegaskan sekali lagi. Daerah tidak perlu memegang stok vaksin karena nanti akan diatur suntik keduanya dari pusat.

Budi mengatakan secara umum beberapa daerah yang menerima 1.000 dosis vaksin hanya akan menyuntikkan 500 dosis, sementara 500 dosis sisanya ditahan untuk vaksinasi tahap kedua. Ia menyebut pemda seharusnya langsung menghabiskan alokasi vaksin Covid-19 tersebut.

"Kalau kita bilang suntik (tahap) kedua, kadang-kadang masih ada sebagian suntik (tahap) satu, ada yang sebagian suntik satu ada yang sebagian malah ditahan untuk suntik kedua," ujarnya.

Mantan wakil menteri BUMN itu mengingatkan pemda untuk mengikuti instruksi pemerintah pusat terkait vaksinasi Covid-19. Jika diperintahkan habiskan stok vaksin, maka harus dihabiskan.

"Jadi pakai saja semuanya disuntik sesuai dengan aturan. Manajemen stoknya dilakukan di pusat," katanya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#menkes ri #1.000 Vaksinasi