PAREPARE, BUKAMATA - Sabtu, 21 Agustus 2021. Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Hj Erna Rasyid Taufan, membuka sosialisasi Pengembangan Anak Usia Dini (PAUD) Holistik Integratif (HI).
Kegiatan yang diselenggarakan Pokja II PKK Kota Parepare ini diikuti oleh kepala sekolah, pengelola, tenaga pendidik PAUD, serta para kader PKK kelurahan. Digelar secara virtual.
Erna Rasyid Taufan yang juga Bunda PAUD Kota Parepare, menjadi salah seorang narasumber pada kegiatan ini. Dalam materinya, Erna mengungkap pentingnya bagi tenaga pendidik dalam mengedukasi anak sejak dini perihal wabah Covid-19.
"Di tengah pandemi Covid-19 diharapkan tenaga pendidik supaya sedini mungkin memperkenalkan secara bijak wabah Corona ini," ujarnya.
Itu kata dia, agar anak-anak tidak parno dengan pandemi ini. Dalam mengedukasi tentang Covid-19 itu, Erna bilang, harus diintegrasikan dengan penanaman nilai-nilai religius. Sehingga tidak hanya memperkenalkan Covid-19, tetapi juga memunculkan nilai spritual mereka
"Melalui wabah Corona ini, kita ajarkan anak-anak kita tentang kekuasaan sang pencipta dan hikmah di balik peristiwa," paparnya.
Sekretaris Pokja II PKK Parepare, Adriani Idrus menguraikan, selain Erna Rasyid Taufan, pelaksanaan sosialisasi yang diikuti 49 orang partisipan itu, juga menghadirkan Syaiful Asmar, Widyaprada Ahli Utama PAUD Provinsi Sulsel sebagai pemateri.
Selain itu, juga menghadirkan Hj Masdiah Anggota Pokja II PKK Parepare sebagai pematerinya.
Pihaknya berharap dengan sosialisasi PAUD holistik integratif ini dapat menjadikan tenaga pendidik kita lebih interaktif membelajarkan anak usia dini di masa pandemi Covid-19.
"Kita berharap dengan sosialisasi PAUD holistik integratif ini dapat menjadikan tenaga pendidik kita lebih interaktif membelajarkan anak usia dini di masa pandemi Covid-19," harap Adriani yang juga Sekretaris BKPSDM Parepare ini.
"Kegiatan ini senantiasa diintegrasikan dengan penanaman nilai-nilai edukasi terkait pandemi Covid-19," pungkasnya.
TAG
BERITA TERKAIT
-
Wali Kota Parepare Harap DMI Jadi Mitra Strategis Pemerintah
-
2.000 Guru di Parepare Gagal Dapat Tunjangan Pemerintah Pusat
-
Pemkot Parepare Klarifikasi Polemik Anggaran Toilet Sekolah: Nilai Kontrak Bukan Pembayaran Final
-
Soroti Kebijakan Kontroversial Wali Kota Tasming Hamid, DPRD Parepare Resmi Gulirkan Hak Interpelasi
-
Tak Ingin Seperti Pati dan Bone, DPRD Parepare Minta Pemkot Kaji Ulang Kenaikan Pajak Warga