Aswad Syam
Aswad Syam

Jumat, 20 Agustus 2021 14:15

KPK memperlihatkan uang tunai saat penangkapan Nurdin Abdullah, Agung Sucipto dan Edy Rahmat.
KPK memperlihatkan uang tunai saat penangkapan Nurdin Abdullah, Agung Sucipto dan Edy Rahmat.

Anggota Pokja Pemprov Sulsel Mengaku Pernah Disanksi Nonjob karena Tak Ikuti Arahan "Bapak"

Saksi menyebut, mereka terancam nonjob kalau tak mengikuti arahan "Bapak". Anggota Pokja 7 mengaku pernah dua bulan tak dapat job karena memenangkan kontraktor lain untuk proyek irigasi di Luwu.

MAKASSAR, BUKAMATA - Dalam ruang sidang Haripin Tumpa PN Makassar, Kamis, 19 Agustus 2021, saksi dari Pokja 7 Pemprov Sulsel, mengaku pernah dinonjobkan dua bulan karena tak mengikuti arahan "Bapak" sebagaimana yang diminta oleh Eks Kabiro Pengadaan Barang dan Jasa, Sari Pudjiastuti. Bapak yang dimaksud diinterpretasi oleh para saksi sebagai Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah.

"Kami Pokja 7 pernah dapat hukuman hampir 2 bulan tidak dapat job karena tidak mengikuti atensi itu," ujar salah satu saksi dari Pokja 7, Ansar.

Ketua Majelis Hakim Ibrahim Palino tampak tercengang. "Kapan itu terjadinya?" cecar Ibrahim.

"Sekitar bulan 7 sampai bulan 8 tahun 2020 Yang Mulia," jawab Ansar.

"Di kasus irigasi, Yang Mulia, di Luwu," tambah Ansar.

"Begitu ya. Siapa yang minta kepada Saudara?" tanya Ibrahim lagi.

Ansar menyebut, arahan itu juga datang dari Sari Pudjiastuti. Sari disebut meminta kontraktor tertentu dimenangkan, namun pada kenyataannya Pokja 7 memenangkan kontraktor lainnya.

"Tetap sama seperti yang kemarin, Yang Mulia. Bahwasanya (memenangkan kontraktor tertentu), tapi bukan itu yang kami menangkan," bebernya.

Ansar juga mengungkap, ada Pokja 1 tidak diberi pekerjaan karena tak mengikuti arahan seperti yang diungkapkan ke mereka.

"Contohnya Pokja 1 yang lama, yang tidak mengikuti, tiba-tiba jadi nonjob, Yang Mulia. Jadi (gara-gara nonjob) dia hanya datang kerjanya hanya ngopi di kantin, sudah itu pulang," beber Ansar.

Atas keterangan para saksi, Gubernur Sulsel Nonaktif, Nurdin Abdullah menyangkal. Dia menegaskan dirinya tak pernah memberi arahan agar perusahaan milik Agung Sucipto alias Anggu dimenangkan saat lelang proyek. Dia juga menegaskan, pengakuan para saksi yang mengungkap arahan itu sama sekali tidak benar.

"Terkait keterangan saksi memenangkan (Agung Sucipto), itu tidak benar, sama sekali tidak benar," ucap Nurdin Abdullah yang mengikuti sidang secara virtual dari Jakarta.

Nurdin mengatakan keterangan yang menyebut adanya arahan dari dirinya untuk memenangkan Agung Sucipto itu perlu dicek lebih lanjut. Dia juga mengaku menyesalkan pengakuan yang menurutnya tak benar.

"Saya sesalkan kalau ada yang seperti itu. Cross-check, saya kira ini sangat fatal. Saya kira itu saja, Yang Mulia. Tender saya tidak (atur untuk menangkan kontraktor tertentu)," tegas mantan Bupati Bantaeng dua periode ini.

#Kasus Korupsi #Nurdin Abdullah