Redaksi
Redaksi

Rabu, 18 Agustus 2021 12:00

Salah seorang pendaki dirawat setelah mengalami hipotermia di gunung Bawakaraeng.
Salah seorang pendaki dirawat setelah mengalami hipotermia di gunung Bawakaraeng.

Satu Pendaki Meninggal karena Hipotermia di Pos 7 Usai Nekat Terobos Gunung Bawakaraeng

Ada beberapa pendaki gunung Bawakaraeng, mengalami hipotermia. Satu di antaranya dikabarkan meninggala dunia.

GOWA, BUKAMATA - Satu pendaki yang nekat menerobos penyekatan ke puncak Gunung Bawakaraeng, meninggal akibat hipotermia di Pos 7.

Sebelumnya, aparat keamanan sudah mengingatkan untuk tak mendaki Gunung Bawakaraeng, Sulsel, pada momentum peringatan HUT ke-76 RI. Bahkan aparat dari Polres Gowa dan Polres Sinjai, sudah melakukan penyekatan pintu masuk naik ke salah satu gunung tertinggi di Indonesia itu. Hanya saja, masih ada yang nekat menerobos.

Diketahui, ada sekira 400-600 pendaki yang lolos ke puncak gunung yang berada di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan itu. Dilaporkan, ada beberapa pendaki yang mengalami hipotermia. Bahkan salah satu di antaranya meninggal dunia dan membeku di Pos 7.

"Yang dinyatakan MD (meninggal dunia) di Pos 7 dalam keadaan beku," ujar Kapolsek Tinggimoncong Iptu Hasan Fadhlyh, Rabu (18/8/2021).

Laporan soal pendaki yang meninggal dunia itu, diterima oleh Tim SAR gabungan pada pukul 09.00 Wita, pagi tadi. Proses evakuasi saat ini kata Iptu Hasan, sedang dilakukan Tim SAR gabungan.

Menurut Iptu Hasan, tim SAR gabungan menerima sedikitnya 10 pendaki mengalami hipotermia di jalur pendakian. Pertama pada Minggu, 15 Agustus 2021 lalu. Ada satu pendaki yang hipotermia. Lalu pada Selasa, 17 Agustus 2021 kemarin, ada lagi 3 yang mengalami hipotermia.

Beberapa di antaranya, dirawat di rumah warga. Lalu, tadi malam, di Pos 9 kata Iptu Hasan, ada sekira 6 orang mengalami hipotermia. Bahkan ada satu yang sudah tidak bisa bergerak. "Tapi setelah subuh, laporannya lagi, sudah agak membaik mi," tambah Iptu Hasan.

Iptu Hasan mengatakan, beberapa jam sebelumnya, puluhan pendaki memang dipaksa berputar balik. Ini membuat para pendaki berkumpul di satu titik untuk selanjutnya menerobos pos penyekatan polisi.

"Jadi dia (para pendaki) teknisnya pada saat kita putarbalikkan dia mampir di jalan-jalan yang menuju ke posko penyekatan. Jadi setiap pengunjung yang mau ke Lembanna mereka menghalau untuk bergerombol," ungkap Hasan.

Awalnya, kekuatan personel hanya sekira 29 personel dari Dalmas Polres Gowa, aparat TNI, Sapol PP, dan relawan. Lalu bertambah menjadi 100 orang. Dengan kekuatan itu, ada 2.000 pendaki berhasil dihalau untuk putar balik.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#pendaki Bawakaraeng

Berita Populer