Tuntut Pemekaran, Begini Kemampuan Fiskal Empat Daerah di Luwu Raya
01 Februari 2026 10:33
Mendengar Taliban bergerak ke Kota Kabul, Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani kabur dengan membawa empat mobil dan satu helikopter berisi uang tunai.
KABUL, BUKAMATA - Minggu, 15 Agustus 2021. Mendengar pasukan Taliban sudah bergerak masuk ke Kabul, Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani, lantas diam-diam mengumpulkan orang kepercayaannya.
Lalu, mereka mempersiapkan pelarian. Empat mobil dan satu helikopter disesaki dengan uang tunai. Kemudian, tanpa memberitahu pejabat politik lainnya, Ghani pun bergerak meninggalkan ibu kota Afghanistan itu.
Sampai saat ini, keberadaan Ghani tak diketahui. Namun, beredar isu Ghani sedang berada di wilayah Uzbekistan.
Seperti dilansir Reuters, Selasa (17/8/2021) mengatakan, informasi Ghani pergi dengan empat mobil dan satu helikopter berisi uang tunai, disampaikan oleh Kedubes Rusia seperti dikutip kantor berita RIA.
Dalam pernyataan via Facebook yang dipostingnya dari lokasi yang tidak diketahui, Ghani mengakui dirinya meninggalkan Kabul, karena tidak ingin terjadi pertumpahan darah. Dia juga menyebut bahwa keputusan meninggalkan negaranya merupakan pilihan yang sulit.
Kedubes Rusia sendiri menegaskan, pihaknya akan tetap mempertahankan keberadaan kantor diplomatiknya di Kabul dan berharap untuk mengembangkan hubungan dengan Taliban. Meskipun menyatakan tidak akan terburu-buru mengakui mereka sebagai penguasa dan mengamati perilaku mereka.
"Soal kolapsnya rezim (pemerintah Afghanistan), itu paling jelas ditandai oleh cara Ghani melarikan diri dari Afghanistan," sebut juru bicara Kedubes Rusia di Kabul, Nikita Ishchenko, seperti dikutip kantor berita RIA.
"Empat mobil penuh uang, mereka berupaya memasukkan sebagian uang lainnya ke dalam sebuah helikopter, tapi tidak semuanya muat. Dan sejumlah orang dibiarkan tergeletak di landasan," ungkap Ishchenko merujuk pada cara Ghani kabur dari negaranya.
Ischenko mengonfirmasi pernyataan itu kepada Reuters. Dia menyebut dirinya mengutip keterangan 'sejumlah saksi' sebagai sumber informasinya. Reuters tidak bisa mengonfirmasi secara independen keterangan Ischenko tersebut.
Secara terpisah, perwakilan khusus Presiden Vladimir Putin untuk Afghanistan, Zamir Kabulov, menyatakan tidak jelas berapa banyak uang yang ditinggalkan pemerintahan Ghani.
"Saya harap pemerintah yang kabur tidak mengambil semua uang dari anggaran negara. Itu akan menjadi dasar anggaran jika ada yang tersisa," sebut Kabulov kepada radio lokal Rusia, Ekho Moskvy.
01 Februari 2026 10:33
01 Februari 2026 10:24
31 Januari 2026 21:37
01 Februari 2026 10:33
01 Februari 2026 10:24