MAKASSAR, BUKAMATA - Ekspor Sulsel pada periode Januari - Juni 2021, cukup menggembirakan. Angkanya mencapai USD 614 juta. Jika dibandingkan pada periode yang sama tahun sebelumnya, terjadi kenaikan 13,28 persen.
Kepala BPS Sulsel, Suntono, mengatakan, sebagian besar ekspor di Bulan Juni 2021 ditujukan ke negara Jepang, Tiongkok, Taiwan, Malaysia, dan Australia. Adapun lima kelompok komoditas utama yang diekspor Provinsi Sulsel pada Juni 2021 adalah Nikel (61,86 persen), Biji-Bijian Berminyak (10,07 persen), Garam, Belerang, dan Kapur (8,04 persen), Besi dan Baja (7,31 persen), serta Lak, Getah dan Damar (3,11 persen).
"Periode Bulan April hingga Juni, terjadi peningkatan aktivitas bongkar muat barang dalam negeri di Pelabuhan Makassar," ungkap Suntono, baru-baru ini.
Sementara, Neraca Perdagangan Sulsel pada Juni 2021, mencatat, nilai kondisi ekspor USD 101,85 juta, sedangkan impor sebesar USD 58,56 juta. Sehingga, mengalami surplus sebesar USD 43,29 Juta.
Menurut Suntono, pertumbuhan ekonomi pada Triwulan II Tahun 2021 tumbuh sebesar 7,66 persen (y-on-y) menjadi pencapaian yang baik bagi Pemprov Sulsel, dibawah kepemimpinan Pelaksana Tugas Gubernur, Andi Sudirman Sulaiman. Mengingat, sejak pandemi Covid-19, perekonomian Sulsel sempat mengalami kontraksi.
Terpisah, Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, merasa bersyukur atas pencapian ekspor yang kian meningkat. Khususnya pada komoditi hasil pertanian. Hal ini sangat dimungkinkan, mengingat Sulsel kaya akan hasil pertanian.
Menurutnya, ekspor pertanian memberikan dampak positif bagi para petani. Salah satunya dalam meningkatkan kesejahteraan.
"Alhamdulillah, pertanian ini peningkatannya luar biasa, dari tahun ke tahun. Jika melihat catatan-catatan kami, ekspor pertanian ini sudah hampir menghampiri ekspor di bidang pertambangan dari 2020 ke 2021," ungkapnya.
Terbaru, pada 14 Agustus 2021, Sulsel kembali melakukan ekspor dalam kegiatan Ekspor Merdeka yang dilepas oleh Presiden Jokowi. Sulsel melepas ekspor komoditi unggulan pertanian senilai Rp 98 miliar ke enam negara.
"Kami optimistis, komoditas pertanian ini sebentar lagi akan menyalip pertambangan dan bisa menjadi komoditi ekspor terbesar di Sulsel. Kita akan menggeliatkan ekspor pertanian, seperti rempah-rempah dan lainnya," kata Sudirman Sulaiman. (*)
TAG
BERITA TERKAIT
-
Antrean BBM Belum Sepenuhnya Hilang, Sulsel Kirim Usulan Tambahan Kuota 30 Persen
-
Pemprov Sulsel Kucurkan Rp17 Miliar untuk Bulukumba, Rp8 Miliar untuk Masjid Terapung Pantai Merpati
-
Antrean BBM Mengular, Pemprov Sulsel Buka Titik Pengisian Alternatif di CPI
-
SPAM Mamminasata Resmi Beroperasi, Gubernur Sulsel: 20 Ribu Rumah Kini Dapat Akses Air Minum
-
LPG 3 Kg Langka di Sejumlah Wilayah, Pemprov Sulsel Gandeng Polda dan Pertamina Buru Spekulan