Redaksi
Redaksi

Sabtu, 14 Agustus 2021 14:27

Virus Marburg
Virus Marburg

Selain Covid-19, Virus Asal Jerman Ini Juga Berbahaya, Begini Cara Penularan dan Pencegahannya

Selain Covid-19, beberapa belahan dunia juga dilanda virus marburg. Seperti apa virus tersebut?

BUKAMATA - Namanya Virus Marburg. Situs WHO menyebutkan, virus ini tak kalah berbahayanya dengan Covid-19. WHO bilang, rasio fatalitas atau kematian yang tinggi dari virus ini mencapai 88 persen.

Namun kondisi tersebut bisa menjadi lebih rendah dengan perawatan pasien yang lebih baik.

Virus ini menjadi perbincangan publik baru-baru ini karena disebut sangat menular.

Menurut situs WHO yang dilihat pada Jumat (13/8/2021), Virus Marburg terdeteksi pertama kali pada 1967 setelah wabah simultan di Marburg dan Frankfurt di Jerman. Lalu Beograd, Serbia.

Pada 2008, ada dua laporan kasus independen pada pelancong yang mengunjungi gua yang dihuni koloni kelelawar Rousettus di Uganda.

Awalnya, infeksi MVD pada manusia terjadi akibat adanya kontak dengan gua yang dihuni oleh koloni kelelawar Rousettus.

Kemudian, virus tersebut menular dari manusia ke manusia melalui kontak langsung, seperti kulit yang rusak atau selaput lendir dengan darah.

Kemudian sekresi, organ atau cairan tubuh lainnya dari orang yang terinfeksi, dan dengan permukaan dan bahan seperti tempat tidur atau pakaian yang terkontaminasi.

Selain itu, petugas kesehatan juga sering terinfeksi saat merawat pasien karena melakukan kontak dekat tanpa tindakan pencegahan infeksi yang ketat.

Lalu penularan melalui peralatan injeksi yang terkontaminasi atau luka tusukan jarum yang dikaitkan dengan penyakit yang lebih parah, kerusakan cepat, serta tingkat kematian tinggi.

Bahkan, transmisi Marburg juga bisa terjadi dalam upacara pemakaman yang melibatkan kontak langsung dengan tubuh jenazah.

Hal tersebut, karena orang akan tetap menularkan selama darah mereka mengandung virus.

Bagaimana Gejala Virus Marburg?

Butuh dua hingga 21 hari bagi virus ini untuk mulai menunjukkan gejala paparannya di tubuh manusia. Biasanya seseorang yang terpapar akan mengalami demam tinggi yang tiba-tiba, sakit kepala parah, nyeri otot, muntah hingga diare.

Gejala ini sulit dibedakan antara virus marburg dengan penyakit lainnya seperti tipus atau malaria.

Hingga gejala selanjutnya, seseorang yang terkena marburg di hari ke lima atau ke tujuh, akan mengalami pendarahan. Dimulai dari muntah darah, kotoran berdarah, hidung berdarah, gusi berdarah bahkan vagina berdarah.

Dalam kasus yang fatal, kematian paling sering terjadi antara delapan dan sembilan hari setelah gejala awal muncul.

Meski sangat berbahaya, hingga saat ini belum ada vaksin atau perawatan antivirus untuk penyakit ini.

Meski begitu, rehidrasi dengan teknik oral atau intravena bisa meningkatkan kelangsungan hidup pasien dan penggunaan eksperimental obat antibodi monoklonal juga disebut bisa membantu pasien menghadapi virus

Bagaimana mencegah virus ini?

Menurut panduan WHO, cara pencegahan penularan virus Marburg yang utama yakni selama kegiatan kerja atau penelitian atau kunjungan wisata di tambang atau gua yang dihuni oleh koloni kelelawar buah, orang harus mengenakan sarung tangan dan pakaian pelindung lain yang sesuai (termasuk masker).

Sementara selama wabah, semua produk hewani (darah dan daging) harus dimasak dengan matang sebelum dikonsumsi.

Selain itu, berikut beberapa langkah pencegahan penularan virus Marburg:

1. Mengurangi risiko penularan dari manusia ke manusia di masyarakat yang timbul dari kontak langsung atau dekat dengan pasien yang terinfeksi, terutama dengan cairan tubuh mereka.

2. Kontak fisik yang dekat dengan pasien Marburg harus dihindari. Sarung tangan dan alat pelindung diri yang sesuai harus dipakai saat merawat pasien yang sakit di rumah.

3. Mencuci tangan secara teratur harus dilakukan setelah mengunjungi kerabat yang sakit di rumah sakit, serta setelah merawat pasien yang sakit di rumah.

4. Langkah-langkah penahanan wabah termasuk penguburan yang cepat, aman dan bermartabat.

5. Mengidentifikasi orang-orang yang mungkin telah melakukan kontak dengan seseorang yang terinfeksi Marburg dan memantau kesehatan mereka selama 21 hari

6. Memisahkan yang sehat dari yang sakit untuk mencegah penyebaran lebih lanjut dan memberikan perawatan kepada pasiden yang dikonfirmasi dan menjaga kebersihan yang baik dan lingkungan yang bersih perlu diperhatikan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Virus Marburg