Dewi Yuliani
Dewi Yuliani

Kamis, 05 Agustus 2021 20:49

Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Makassar melaksanakan Vaksinasi Tahap 2, di Aula I Wayan Bendhi, Kamis, 5 Agustus 2021.
Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Makassar melaksanakan Vaksinasi Tahap 2, di Aula I Wayan Bendhi, Kamis, 5 Agustus 2021.

Poltelkpar Makassar Gelar Vaksinasi Tahap 2 dan Sosialisasi CHSE

Dalam rangka percepatan ekonomi, khususnya dalam bidang kepariwisataan, Poltekpar Makassar telah mengambil langkah bersama Pentahelix dari dunia industri untuk penerapan CHSE, khususnya di hotel dan restoran.

MAKASSAR, BUKAMATA - Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Makassar melaksanakan Vaksinasi Tahap 2, di Aula I Wayan Bendhi, Kamis, 5 Agustus 2021. Vaksinasi diikuti civitas Poltekpar Makassar, dan masyarakat di sekitar kampus.

Direktur Poltekpar Makassar, Muhammad Arifin, mengatakan, kegiatan vaksinasi ini bertujuan untuk mendukung program pemerintah, dalam mempercepat target vaksinasi. Pihaknya menargetkan hingga 500 peserta.

"Dengan adanya kegiatan ini, kami berharap kekebalan tubuh dari semua insan-insan pariwisata akan terbentuk, khususnya di Politeknik Pariwisata Makassar. Kondisi pandemi akan cepat pulih, dan proses belajar mengajar akan kembali normal untuk melaksanakan proses pembelajaran secara tatap muka," harap Arifin.

Selain vaksinasi, juga dilakukan sosialisasi Cleanliness (kebersihan), Health (kesehatan), Safety (keselamatan) dan Environmental Sustainability (kelestarian lingkungan hidup) atau CHSE,

dan melakukan edukasi protokol kesehatan pada destinasi pariwisata. Dalam kegiatan ini, Poltekpar berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kota Makassar, Asosiasi Pariwisata, serta Dinas Pariwisata Sulsel dan Makassar.

"Dalam rangka percepatan ekonomi, khususnya dalam bidang kepariwisataan, Poltekpar Makassar telah mengambil langkah bersama Pentahelix dari dunia industri untuk penerapan CHSE, khususnya di hotel dan restoran," kata Arifin.

Tidak hanya itu, civitas Poltekpar Makassar juga melaksanakan sosialisasi protokol kesehatan di destinasi-destinasi wisata, khususnya di Sulsel. Sehingga dengan pendekatan ini, pariwisata kedepannya bisa tetap eksis sebagai penghasil devisa tertinggi di Indonesia.

Sementara, Ketua BPD PHRI Sulsel, Anggiat Sinaga, yang hadir secara virtual, mengatakan, PHRI Sulsel pada pertengahan Maret telah melakukan vaksin pertama untuk 5.000 pekerja hotel dan restoran. Dan di awal April, dilakukan vaksinasi dosis kedua.

"Ini menjadi sebuah capaian yang berbeda dengan PHRI se-Indonesia atau provinsi lain. Sekaligus menjadi bukti komitmen kami untuk mewujudkan pariwisata yang lebih bergairah kedepan," ujarnya.

Menurut Anggiat, PHRI sebagai garda depan, harus siap membentengi diri melalui vaksinasi. Ia berharap, hal tersebut menjadi sebuah penguatan bahwa seluruh stakeholder pariwisata Sulsel benar-benar total untuk melakukan vaksinasi, seperti yang dilakukan oleh Poltekpar Makassar.

"Kita harus menunjukkan bahwa kita benar-benar siap menjadi tuan rumah dan menggerakkan ekonomi Indonesia dari Sulsel," tuturnya.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, dalam arahannya yang juga disampaikan via virtual, mengatakan, pandemi Covid-19 yang sudah hampir 1,5 tahun lamanya terjadi di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia, harus dipandang sebagai suatu tantangan bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, agar bisa terus berinovasi dan bertransformasi menjadi lebih baik.

Vaksinasi, lanjut Sandiaga, merupakan salah satu langkah utama dalam menghadapi pandemi Covid-19. Sehingga, ia mendorong agar masyarakat Sulsel segera melakukan vaksinasi untuk membentuk herd immunity.

Sandiaga juga mengingatkan agar masyarakat dan civitas akademika Poltekpar Makassar tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan disiplin usai menerima vaksinasi. "Mari kita tebarkan optimisme dan harapan, tetap semangat, tetap jaga kesehatan, dan tetap terapkan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin," pesannya. (*)

#Politeknik Pariwisata Makassar #Sosialisasi CHSE #Vaksinasi massal #PHRI #Anggiat Sinaga #Sandiaga Uno