Menag Salurkan Bantuan untuk Madrasah, Guru, dan Siswa Terdampak Longsor Cisarua
01 Februari 2026 20:42
Bupati Bulukumba, Andi Utta mengaku belum mengenal Kopi Kahayya dengan baik. Makanya, dia hendak membranding kopi tersebut agar dikenal secara meluas.
BUKAMATA, BULUKUMBA - Salah satu potensi unggulan Kabupaten Bulukumba Sulsel, di bidang pertanian adalah kopi. Aroma kopi milik Bumi Panrita Lopi, bahkan telah tercium hingga ke level nasional.
Salah satu kopi yang dikenal di Bulukumba yaitu, Kopi Kahayya. Cita rasa kopi yang berasal dari ketinggian lebih dari 1.200 Mdpl terletak di desa Kahayya, Kecamatan Kindang.
Bulukumba dengan 10 kecamatan, lahan pertanian kopi cukup luas. Bahkan setiap tahunnya ribuan ton kopi diekspor ke luar daerah, seperti Toraja.
Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf mengaku, tiap tahunnya kurang lebih 2000 ton produksi kopi di Bulukumba dikirim ke Toraja yang dikenal dengan brand “Toraja Coffee”, sehingga pihaknya mengupayakan Bulukumba memiliki brand Kopi sendiri yang nantinya akan dikenal secara luas.
“Ketika ditanya saya belum kenal yang namanya kopi kahayya atau kopi Bulukumba, yang ada hanya kopi Toraja, insya Allah nanti Bulukumba akan punya brand (kopi) sendiri karena ketika dibranding Bulukumba juga bisa dikenal sebagaimana kopi Toraja,” tutur Andi Utta saat jadi pembicara utama pada Webinar, yang menghadirkan sejumlah kepala OPD, Selasa (3/8/2021).
Pengakuan Andi Utta belum mengenal brand Kopi Kahayya disampaikan di depan peserta webinar dan pemateri, Mr. Peter Qoyen ahli bidang Pertanian dan Air Asin, Mr. Robert Nemmers ahli bidang Air Bersih dan Energi Hydro, serta Sutamto Abdullah ahli bidang Kopi dan Kakao.
Bupati tak lupa, mengajak para narasumber yang berasal dari Australia dan Belanda tersebut berkunjung ke Bulukumba untuk meninjau langsung potensi sumber daya alam yang ada di Kabupaten Bulukumba, tentunya saat pandemi covid-19 berakhir.
Penulis: Rey
01 Februari 2026 20:42
01 Februari 2026 17:46
01 Februari 2026 14:50
01 Februari 2026 10:33