MAKASSAR, BUKAMATA - Kepala Unit Pelaksana Teknis Perikanan Budidaya Air Payau/Laut (UPT PBAPL) Dinas Perikanan Sulsel, Basri Hamal, mengaku, telah menerima laporan adanya udang yang mati mendadak dari salah satu kelompok di Desa Sumpang Minangae, Kecamatan Sibulue, Kabupaten Bone. Iapun langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan, begitu mendapatkan laporan tersebut.
Basri mengaku, pihaknya telah melakukan pemeriksaan PCR. Penyebab kematian udang-udang tersebut bukan virus. Kualitas airpun juga di periksa dan masih cukup bagus.
"Yang kita takuti kalau virus. Alhamdulillah, setelah saya turun melakukan pemeriksaan di lapangan, pada prinsipnya bukan virus," ungkap Basri.
Ia mengungkapkan, UPT PBAPL bertanggungjawab menyiapkan benih atau benur. Menurutnya, salah satu masalah yang dihadapi dalam budidaya udang adalah virus, dan bisa berakibat fatal jika tidak langsung ditangani.
"Makanya, ketika mendapat laporan, saya langsung komunikasi dengan kepala dinas, dan turun ke lapangan. Jangan sampai ada virus, dan tidak tertangani dengan baik," terangnya.
Basri mengungkapkan, pihaknya mulai mengoptimalkan kembali laboratorium yang ia miliki, untuk mendeteksi virus. Jangan sampai, produksi udang windu Sulsel anjlok akibat virus yang lambat terdeteksi.
"Kita mendorong agar udang windu ini kembali berjaya. Untuk tahun ini, kami target produksi sekitar 21 juta benur. Dan saya yakin, bisa melampaui target," pungkasnya. (*)