Muh. Taufik
Muh. Taufik

Kamis, 29 Juli 2021 19:40

Pentingnya Komunikasi Orang Tua dan Guru untuk Mengatasi Kendala Belajar Daring

Pentingnya Komunikasi Orang Tua dan Guru untuk Mengatasi Kendala Belajar Daring

Salah satu upaya mencegah perundungan siber pada anak adalah mengajarkan tentang etika di media sosial

KONAWE SELATAN – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 29 Juli 2021 di Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema saat ini adalah “Menjaga Kualitas Belajar dari Rumah”.

Program kali ini menghadirkan empat narasumber yang terdiri dari Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Sulawesi Tenggara Jasmin Suryadi, dosen Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo Suleman Bouti, Siti Hamidah dari Network For Indonesia Democratic Society, dan narablog kuliner M Yusuf Darmawan. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Shinta Ardan selaku jurnalis. Kegiatan webinar yang kembali digelar di Konawe selatan ini dihadiri oleh 673 peserta. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. “Infrastruktur digital tidak berdiri sendiri. Jadi, saat jaringan internet sudah tersedia, harus diikuti dengan kesiapan-kesiapan pengguna internetnya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif,” kata Presiden.

Pemateri pertama adalah Suleman Bouti yang membawakan tema “Sukses Belajar Online dengan Kemampuan Literasi Digital”. Menurut dia, selain sarana dan prasarana, kemampuan mendesain materi dan kecakapan berbahasa individual menjadi hal yang perlu disiapkan tenaga pendidik dalam pembelajaran daring. "Selain itu, jalin komunikasi antara orangtua dan guru untuk mengatasi kendala belajar daring seperti kesulitan memahami materi dan psikologi,” tuturnya.

Berikutnya, M Yusuf Darmawan menyampaikan materi berjudul “Upaya Mencegah, Mendeteksi, dan Menyikapi Cyberbullying”. Ia mengatakan, salah satu upaya mencegah perundungan siber pada anak adalah mengajarkan tentang etika di media sosial. Sehingga, anak diharapkan mampu mendeteksi dan melawan segala bentuk intimidasi jika terjadi perundungan. "Untuk mengobati mental anak korban perundungan, kita bisa menjauhkan dirinya dari pergaulan negatif dan bangkitkan hal positif yang dimiliki untuk mengembalikan kepercayaan dirinya," jelas dia.

Sebagai pemateri ketiga, Jasmin Suryadi membawakan tema tentang “Literasi Digital bagi Tenaga Pendidik dan Peserta Didik di Era Digital”. Menurut dia, digitalisasi pendidikan sudah diterapkan di semua segi, mulai dari pendaftaran siswa, kegiatan belajar mengajar, ujian sekolah, bimbingan belajar, pendidikan dan pelatihan, perpustakaan, hingga aplikasi media sosial. Sebagai organisasi profesi, IGI juga berupaya meningkatkan kapasitas literasi digital para guru. "Jauh sebelum era pandemi Covid-19, kami telah melakukan program gerakan guru melek internet," ujarnya.

Adapun Siti Hamidah, sebagai pemateri terakhir, menyampaikan tema mengenai “Tips Menjaga Keamanan Digital bagi Anak-Anak di Dunia Maya”. Ia mengatakan, kiat yang dapat dilakukan orang tua untuk menunjang belajar anak, antara lain menyediakan aplikasi sesuai kebutuhan, merekomendasikan tautan belajar yang tidak mengandung iklan konten dewasa, melakukan pendampingan, serta memfasilitasi suasana belajar yang asyik. "Untuk pengawasan di internet, orang tua harus paham fitur yang digunakan anak dan mengajak anggota keluarga lain untuk menjalin pertemanan dengan akun media sosial anak," katanya.

Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Salah satu peserta, Lili Putri, bertanya tentang bagaimana solusi bagi orangtua yang belum paham fitur pembelajaran daring. Menurut Jasmin, strategi yang dapat dilakukan agar pembelajaran tetap efektif, libatkan orang dewasa seperti kakak, bibi, atau paman yang paham penggunaan teknologi.

Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.

#Dyandra Promosindo

Berita Populer