Wiwi
Wiwi

Jumat, 23 Juli 2021 09:02

Bioskop CGV Rugi Miliaran Rupiah Selama Pandemi

Bioskop CGV Rugi Miliaran Rupiah Selama Pandemi

PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ) Bioskop CGV mengungkapkan, sepanjang tahun 2020, pihaknya mengalami penurunan pendapatan Compound Annual Growth Rate (CAGR) hingga 40 persen dan penjualan Admission CAGR hingga 41,07 persen.

BUKAMATA – PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ) Bioskop CGV mengungkapkan, sepanjang tahun 2020, pihaknya mengalami penurunan pendapatan Compound Annual Growth Rate (CAGR) hingga 40 persen dan penjualan Admission CAGR hingga 41,07 persen.

"Laba rugi operasi yang dihasilkan perseroan juga mencapai 249,30 persen, dengan pendapatan pada 2020 Rp 255,84 juta atau turun dibanding tahun 2019 sebesar Rp 1,41 miliar," ungkap Manager PT Graha Layar Prima, Arie Hartomo dalam kegiatan public expose virtual, Kamis (22/7/2021).

Tak hanya itu, lanjutnya, Laba operasional perusahaan juga mengalami kerugian sebesar Rp 287,83 juta di tahun 2020.

“Pada semester 2 tahun 2021, pertumbuhan terjadi secara bertahap, walau masih belum dalam taraf maksimal, tetapi membaik. Tapi kembali lagi, jikalau CGV harus menutup beberapa bioskopnya sementara demi kepentingan masyarakat, kami akan turut serta menaati imbauan pemerintah,” tambahnya.

Arie mengatakan, di masa yang penuh dengan ketidakpastian seperti ini, pihaknya belum dapat memproyeksikan secara konkrit target keuangan.

Namun, ia memastikan akan melakukan yang terbaik untuk dapat bertahan dan melakukan upaya-upaya untuk meminimalisir penyebaran Covid-19 di bioskop.

“Dengan melakukan protokol kesehatan, vaksinasi karyawan, menurunkan kapasitas dan sterilisasi rutin. Diharapkan seiring dengen menerapkan hal-hal tersebut, menumbuhkan kepercayaan pada masyarakat, kinerja keuangan dapat membaik,” kata dia.

Manajemen juga belum dapat memastikan apakah di tahun ini akan ada penambahan bioskop di beberapa lokasi seperti yang dilakukan pada tahun 2020.

Sementara itu, Head of Operation Graha Layar Prima Diana Abbas keputusan tersebut menunggu keputusan internal dari management Graha Layar Prima.

“Operasional bioskop baik yang lokasi existing atau lokasi baru, akan merujuk kepada arahan pemerintah setempat terkait dengan index Covid-19 di kota masing-masing dan juga keputusan internal dari Management PT GLP,” ujar Diana.

Pada tahun ini, Diana menyebut strategi perseroan untuk bertahan adalah dengan terus fokus pada operasional bisnis dengan tetap memprioritaskan kesehatan dan kenyamanan pengunjung CGV.

Ia berharap, tahun ini beberapa film yang sempat tertunda penayangannya bisa tayang sesuai jadwal. Mengingat kondisi pandemi awal tahun 2021 sedikit membaik dibandingkan akhir 2020 membuat studio film dunia percaya diri meneruskan rencana penayangan film yang direncanakan rilis di tahun sebelumnya, dan juga memang sudah direncanakan rilis di 2021.

Di sisi lain, perseroan tetap berupaya mendapatkan pemasukan dari penjualan merchandise secara online dan offline, inovasi penjualan makanan yang disesuaikan dengan kebutuhan pengunjung.

Perseroan juga berupaya meminimalisir sentuhan dalam pembayaran dengan menggandeng beberapa fintech.

“Secara strategis kami melakukan inovasi penyediaan produk yang menyesuaikan dengan kebutuhan hiburan masyarakat. Film-film yang tayang di semester 1 cukup membantu peningkatan kinerja perusahaan dibandingkan semester akhir di tahun sebelumnya,” jelas dia.

Adapun beberapa upaya yang dilakukan perseroan untuk memperkuat permodalan yakni melakukan restrukturisasi struktur biaya untuk semua bioskop, mengoptimalisasi biaya operasional, bernegosiasi dengan pihak mall untuk keringanan biaya atau melakukan skema pembayaran sewa ke basis sharing profit, bernegosiasi terkait layanan pemeliharaan Proyektor Film, menyesesuaikan rencana CAPEX, baik untuk bioskop baru maupun maintenance.