Muh. Taufik
Muh. Taufik

Kamis, 22 Juli 2021 14:36

Menjaga Kualitas Pembelajaran Jarak Jauh dari Rumah

Menjaga Kualitas Pembelajaran Jarak Jauh dari Rumah

Perundungan digital dapat terjadi di media sosial, di ruang percakapan, di platform bermain games.

BONE BOLANGO, BUKAMATA - Pada hari ini (22/7) sebanyak 719 peserta antusias mengikuti Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo. Acara ini dilaksanakan secara virtual di Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema yang dibahas adalah “Menjaga Kualitas Belajar dari Rumah”.

Program kali ini menghadirkan empat narasumber yang terdiri dari Project Coordinator Ruang Guru, Amelia Fitriyanti; pemengaruh (influencer), Hafiid Pratama; tenaga pendidik, Makbul Mohamad Jafar; dan dosen sekaligus relawan TIK, Amalia Chairy. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Desmona Chandra selaku penyiar televisi. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.

Pemateri pertama adalah Amelia Fitriyanti yang membawakan tema “Digital Skill: Sukses Belajar Online dengan Kemampuan Literasi Digital”. Ia mengatakan, keresahan akibat pembelajaran jarak jauh (PJJ) tidak hanya dialami oleh guru, tetapi juga siswa. Di antaranya, bingung belajar sendiri tidak berhadapan dengan guru, tidak semua siswa punya media pembelajaran yang mendukung, tidak semua orang tua bisa mendampingi, dan kelelahan karena beban tugas. Ia menyebut perlu keterampilan yang harus dimiliki ketika mengikuti pembelajaran daring, yaitu persisten, manajemen waktu, komunikasi, keterampilan teknik dasar, membaca dan menulis, motivasi, dan lingkungan belajar yang mendukung.

Berikutnya, Hafiid Pratama menyampaikan materi berjudul “Digital Ethics: Upaya Mencegah, Mendeteksi, dan Menyikapi Cyberbullying”. Perundungan digital dapat terjadi di media sosial, di ruang percakapan, di platform bermain games. Perlu edukasi, terlebih bagi anak-anak, agar mereka punya kontrol diri dalam bermedia sosial sehingga tidak menjadi pelaku perundungan digital. “Termasuk dalam perundungan siber, di antaranya doxing, pelecehan, peniruan identitas, dan cyberstalking. Langkah mencegahnya di antaranya mengirim konten sewajarnya,hindari konten aneh, pilih-pilih teman di media sosial, dan tidak asal celoteh di media sosial,” katanya.

Sebagai pemateri ketiga, Makbul Mohamad Jafar membawakan tema “Digital Culture: Literasi Digital bagi Tenaga Pendidik dan Anak Didik di Era Digital”. Makbul membagikan tips menciptakan pembelajaran yang menarik: penguasaan pedagogik, mengenali gaya belajar anak, dan menguasai aplikasi tambahan untuk memperkaya LMS (Learning Management System).

Adapun sebagai pemateri terakhir, Amalia Chairy menyampaikan tema “Tips Menjaga Keamanan Digital bagi Anak-anak di Dunia Maya”. Anak-anak sebagai digital native memiliki beberapa karakteristik, seperti aktif, bebas, fun, random access, bergantung pada teknologi, multitasking, dan senang berjejaring. Ada ancaman yang mengintai anak di internet, di antaranya kecanduan internet, pedofil online, dan perundungan siber. Amalia pun membagikan tujuh langkah pengasuhan anak dalam penggunaan digital yang baik: jaga komunikasi dengan anak, bekali diri dan terus belajar, gunakan aplikasi parental control, buat aturan (jadwal), menjadi teman di media sosial, jelajahi berbagi dan rayakan bersama, dan jadi teladan digital yang baik.

Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Salah seorang peserta webinar Indah Ekawati bertanya kepada Amelia. “Bagaimana cara menghadapi siswa yang orang tuanya belum mengerti aplikasi PJJ saat ini?” tanyanya. “Memang belum semua orang tua melek digital. Kita sebagai fasilitator pendidikanlah yang harus menyesuaikan diri. Misalnya, kalau yang masih bisa pakai WhatsApp, pakai WhatsApp dulu. Manfaatkan dulu yang ada, sambil sosialisasi,” jawab Amelia.

Panitia memberikan uang elektronik senilai masing-masing Rp 100.000 bagi sepuluh penanya terpilih. Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/

#Dyandra Promosindo

Berita Populer