Muh. Taufik
Muh. Taufik

Kamis, 22 Juli 2021 19:42

Jaga Akun di Setiap Platform Digital dengan Kata Sandi yang Kuat

Jaga Akun di Setiap Platform Digital dengan Kata Sandi yang Kuat

Kiat aman dan nyaman dalam berselancar antara lain, memastikan saluran internet yang aman, setiap akun pada platform media sosial maupun belanja online memiliki kata sandi yang kuat dan berbeda-beda, selalu mengaktifkan verifikasi dua langkah pada e-mail dan platform yang dipakai.

GORONTALO, BUKAMATA - Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 22 Juli 2021 di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema saat ini adalah “Lindungi Diri, Pahami Fitur Keamanan Digital”.

Program kali ini menghadirkan 600 peserta dan empat narasumber yang terdiri dari Lembaga Keamanan Siber dan Digital CiSSRec, Ibnu Dwi Cahyo; Direktur QYOS Wallet, Fazrin Rahman; Pegiat Digital dan Jurnalis Gorontalo, Arfandi Ibrahim; dan Duta Ekonomi Syariah Gorontalo 2021, Prasetyo Darmawan Sumba. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Ratih Aulia selaku Presenter televisi. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. “Infrastruktur digital tidak berdiri sendiri. Jadi, saat jaringan internet sudah tersedia, harus diikuti dengan kesiapan-kesiapan pengguna internetnya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif,” kata Presiden.

Pemateri pertama adalah Ibnu Dwi Cahyo yang membawakan tema “Menjaga Keamanan Data Pribadi di Internet”. Menurutnya, kiat aman dan nyaman dalam berselancar antara lain, memastikan saluran internet yang aman, setiap akun pada platform media sosial maupun belanja online memiliki kata sandi yang kuat dan berbeda-beda, selalu mengaktifkan verifikasi dua langkah pada e-mail dan platform yang dipakai. "Misalnya kata sandi di lokapasar Tokopedia dan Bukalapak harus berbeda," katanya.

Berikutnya, Prasetyo Darmawan Sumba menyampaikan materi berjudul “Memahami Aturan Bertransaksi di Dunia Digital”. Ia mengatakan, beretika dalam transaksi akan memberi kenyamanan ketika berbelanja daring. Beberapa etika yang bisa diterapkan misalnya, daftarkan diri sesuai petunjuk dan persyaratan platform belanja daring, kenali fitur-fitur mulai kebijakan penjualan hingga teknis pengiriman produk. "Baik penjual maupun pembeli sebaiknya memberikan akses layanan bantuan yang telah disediakan," imbuhnya. Sebagai pemateri ketiga, Fazrin Rahman membawakan tema tentang “Budaya Digital Transaksi Online”. Menurut dia, aturan transaksi sejatinya telah diatur dalam Pasal 1458 KUHPerdata. Di sana disebutkan, perjanjian jual beli dianggap sudah berlangsung jika sudah ada kesepakatan antara penjual dan pembeli tentang keadaan barang dan harganya, meskipun barang belum diserahkan dan harganya belum dibayarkan. "Sekarang ini, kesadaran konsumen sangat diperlukan agar jual beli daring dapat terjadi dengan benar, aman, dan nyaman. Karena itu, pahami jenis dan aturan transaksi daring," jelasnya.

Adapun Arfandi Ibrahim, sebagai pemateri terakhir, menyampaikan tema mengenai “Penipuan di Dunia Digital dan Cara Menghindarinya”. Ia mengatakan, modus penipuan yang perlu diwaspadai warganet, misalnya penawaran pinjaman kilat atau pengumuman pemenang via pesan singkat, kiriman tautan yang berpotensi berisi virus atau pencurian data pribadi, serta penipuan yang memanfaatkan selfie warganet bersama kartu identitas. "Salah satu cara menghindari penipuan, milikilah kata sandi yang kuat dan berbeda-beda pada semua akun digital Anda, serta rajin memperbaharui setiap tiga bulan sekali," ujarnya.

Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Terlihat antusias dari para peserta yang mengirimkan banyak pertanyaan kepada para narasumber. Panitia memberikan uang elektronik senilai Rp 100.000 bagi 10 penanya terpilih.

Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi. Salah satu peserta, Ira Kristiana, bertanya “Bagaimana tips memberikan informasi ke orang tua agar terhindar dari penipuan online?”. Menurut Prasetyo Darmawan, pembelajaran yang efektif dapat dilakukan secara persuasif serta menambahkan data-data yang riil.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.

#Dyandra Promosindo

Berita Populer