Redaksi : Kamis, 15 Juli 2021 14:40
Kapolres Lutra, AKBP Irwan Sunuddin.

MASAMBA, BUKAMATA -- Duel maut yang terjadi di Desa Tandung Kecamatan Malangke, tidak berkaitan dengan penyelenggaran pemilihan kepala desa. Itu ditegaskan Kapolres Luwu Utara, AKBP Irwan Sunuddin, berdasarkan hasil penyelidikan pihak kepolisian.

AKBP Irwan Sunuddin menjelaskan, perkelahian yang menyebabkan Jumardin (47) warga Desa Giri Kusuma meninggal dunia, dipicu karena pelaku Ayyub (35) tersinggung.

"Jadi begini, awalnya si korban ini lewat menggunakan sepeda motor dan pelaku berdiri di pinggir jalan. Saat lewat korban ini gas gas motor sambil menatap ke arah pelaku. Pelaku tersinggung langsung mengejar korban," jelas AKBP Irwan Sunuddin, Kamis, (15/07/2021).

AKBP Sunuddin menambahkan, saat aksi kejar-kejaran itu, korban berhenti lalu berbalik mengadang pelaku dengan menggunakan sebilah parang.

"Jadi sempat duel antara pelaku dan korban masing-masing memegang senjata tajam. Jadi peristiwa ini tidak ada kaitanya dengan pilkades, kebetulan saja di sana (Desa Tandung.red) ada pilkades," ungkap perwira berpangkat dua melati itu.

"Korban (Jumardin, red) inikan warga Desa Giri Kusuma dan pelaku (Ayyub, red) juga warga Desa Baku Baku. Kejadianya di Desa Tandung, jadi sekali lagi kejadian ini tidak terkait dengan pilkades," sambung Sunuddin.

Sebelumnya Rabu (14/07/2021) kemarin, dua warga Kecamatan Malangke bertikai. Keduanya masing-masing Jumardin (47) warga Desa Giri Kusuma dan Ayyub (35) warga Desa Baku Baku, terlibat duel di Desa Tandung. Peristiwa itu mengakibatkan Jumardin menimggal dunia, setelah mendapat luka tusukan senjata tajam di dada kiri.

Pelaku Ayyub juga adalah residivis yang baru menghirup udara bebas, setelah menjalani hukuman penjara, dengan kasus yang sama (pembunuhan, red). Saat ini pelaku ditahan di Mapolres Luwu Utara. (*)