MAKASSAR, BUKAMATA - Makassar Recover sudah ditata secara apik oleh pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota, Moh Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi. Program penanganan pandemi Covid-19 itu sudah dijabarkan lewat turunan-turunannya. Yakni, dengan membentuk Satgas Raika, Covid Hunter, dan Satgas Detektor.
Namun, program tersebut belum maksimal di lapangan. Danny -sapaan akrab Moh Ramdhan Pomanto- mencermati akar masalahnya. Ternyata, masih ada di dalam jajaran pemerintahannya yang jadi batu sandungan program tersebut. Mereka terdiri atas camat dan lurah. Jumlahnya kata Danny, ada sekitar 30 orang.
Mereka lanjut Danny, menyebarkan provokasi yang meresahkan masyarakat. Mengajak warga untuk tidak perlu mendukung program pemerintah dalam penanganan Covid-19.
"Jadi dia memprovokasi masyarakat, jadi memang lurah ini kinerjanya jelek, cenderung menjilat saja kerjanya dan menyusahkan masyarakat," ungkap Danny.
"Kalau lurah itu teridentifikasi ada 30, kita lihat lagi kalau bisa dimaafkan. Tapi kalau provokasi warga pasti tidak ada maaf lagi," tegasnya.
Bukan hanya lurah. Juga ada camat. Danny menyebut wilayah kerjanya di Manggala dan Bontoala.
"Kalau Camat itu Bontoala. Dia sangat berani menyampaikan di warung kopi. Kalau Camat Manggala saya lihat bingung juga waktu saya tanya-tanya (program penanganan Covid-19)," bebernya.
Para camat tersebut kata Danny sudah beberapa kali dipanggil. Tujuannya diberi kesempatan untuk menyampaikan klarifikasi. Termasuk alasannya enggan mendukung program Makassar Recover.
Hanya saja lanjut Danny, setelah diberi arahan, tidak perubahan yang dilakukan. "Itu ada beberapa camat tidak mendukung, bahkan lurah ada yang pamerkan tidak ada itu Makassar Recover," tambahnya.
Paling lambat pekan depan, Danny menegaskan, sanksi itu akan dikeluarkan. "Ini sudah kami identifikasi dan saya akan selesaikan (pecat) minggu depan," tegasnya.
TAG
BERITA TERKAIT
-
Mengenal Dokter Elvira PNS Pemkot Makassar, Dipercaya Kemenkes Terjun langsung di Aceh
-
Pemkot Makassar - PIP Matangkan Skema Hibah Aset untuk Pengembangan Kawasan Untia
-
OPD Teken Perjanjian Kinerja 2026, Munafri Tekankan Perencanaan Presisi dan Kolaborasi
-
Wali Kota Munafri & Ketua TP PKK, Dampingi Wamendukbangga Tinjau Kampung KB dan Program Gizi di Makassar
-
Percepatan RPJMD Makassar 2025–2029, Pemkot Makassar Mulai Panaskan Mesin Pembangunan 2027