Redaksi
Redaksi

Kamis, 08 Juli 2021 23:24

Banjir Bulukumba Buat Peternak Meringis, Puluhan Ekor Sapi Mati dan Hanyut Terseret Arus

Banjir Bulukumba Buat Peternak Meringis, Puluhan Ekor Sapi Mati dan Hanyut Terseret Arus

Dari jumlah itu, 23 ekor sapi ditemukan mati, 34 ekor lainnya sedang dicari sang pemilik.

BULUKUMBA, BUKAMATA - Bencana banjir di Kabupaten Bulukumba menjadi kesakitan tesendiri bagi peternak di pelosok desa.

Betapa tidak, sapi yang dibesarkan bertahun-tahun dengan penuh kesabaran dan perjuangan, harus mati sia-sia tanpa disembelih karena terseret air dan hanyut terbawa arus sungai yang deras.

Umar, salah seorang peternak asal Ujungloe, tak mampu menyembunyikan kesedihan di depan keluarganya. Bulir air mata hendak menetes di pipinya. Hanya, dia tegar dan berusaha bersabar.

"Mau diapa, kami hanya bisa pasrah, semoga rezeki mengalir dari tempat lain," Ujarnya, dengan dialek kedaerahan.

Ia bahkan berjalan kaki berkilo-kilo meter menyusuri hilir sungai. Mencari jejak, sembari berharap ada harapan yang tersisa. Sapinya terdampar dalam keadaan hidup. Hanya, ternyata itu sia-sia.

Ia mengaku, sapinya yang berjumlah 4 ekor ditambatkan di bibir sungai. Hujan deras dan luapan air sungai menyeret. Tersisa bangkai dan kerugian mencapai puluhan juta rupiah.

Kata Plt. Camat Ujungloe, Ahmad Arfan, di satu desa yaitu Garanta, 6 ekor sapi warga dilaporkan hanyut. Jika dirupiahkan, totalnya hampir mencapai Rp100 juta.

Tak hanya umar dan warga Desa Garanta yang meringis dengan kejadian ini. Laporan BPBD Bulukumba, terdapat 57 ekor sapi dinyatakan hilang berdasarkan data sementara hingga pukul 21.00 Wita, Kamis (8/7/2021).

Dari jumlah itu, 23 ekor sapi ditemukan mati, 34 ekor lainnya sedang dicari sang pemilik.

"Jadi data sementara kami terima ada 57 ekor. Dan diperkirakan akan terus bertambah hingga besok," Kata Andi Akrim kepada bukamatanews.id

"Tadi saat kami meninjau lokasi di Bijawang, Kecamatan Ujungloe, juga dilaporkan puluhan sapi warga hanyut," Tambahnya.

Andi Akrim meminta pemerintah setempat untuk segera melakukan pendataan jumlah sapi warga yang hanyut, agar bisa dilaporkan ke pemerintah kabupaten untuk menemukan formulasi, apakah bisa mendapat ganti rugi atau tidak.

"Tentunya kami akan melakukan konsultasi ke OPD teknisnya di dinas peternakan. Apakah ada mekanisme pergantian atau seperti apa nantinya," Ujar Andi Akrim.

PENULIS: REY YUDISTIRA

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Pemkab Bulukumba #Bulukumba

Berita Populer