Redaksi
Redaksi

Selasa, 06 Juli 2021 17:41

Taufan Pawe dalam virtual Visionary Leader.
Taufan Pawe dalam virtual Visionary Leader.

Wali Kota Parepare Bicara Visionary Leader

Wali Kota Parepare, HM Taufan Pawe didaulat sebagai pembicara pada visionary leader yang digelar MNC Portal.

PAREPARE, BUKAMATA - Tujuh kepala daerah tampil mengikuti program Indonesia Visionary Leader (IVL) tahun 2021 yang digelar MNC Portal (RCTI, Sindonews.com, okezone, INews.id, dan Koran Sindo). Salah satunya, Wali Kota Parepare, HM Taufan Pawe.

Kegiatan IVL season VIII ini, bertema “Peran Visi di Tengah Pandemi Bersinergi dan Berkolaborasi untuk Bangsa. Menghadirkan empat panelis yang berkompeten di bidangnya. Masing-masing, Direktur Fasilitasi Kelembagaan Kepegawaian dan Perangkat Daerah Ditjen Otonomi Daerah Kemendagri Cheka Virgowansyah.

Lalu, Guru Besar Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Indonesia Budi Frensidy, ada Ketua Pembina Indonesia Institute For Corporate Directorship Andi Ilham Said, serta Direktur Eksekutif The Political Literacy Institute dan Pakar Komunikasi Politik UIN Jakarta, Gun Gun Haryanto.

Taufan Pawe tampil prima secara virtual di ruang rapat Wali Kota Parepare, Selasa (6/7/2021). Didampingi Plt Kepala Dinas Kominfo, Amarun Agung Hamka, Taufan mengulas dan menyajikan sejumlah strategi dalam penanganan Covid-19. Mulai dari refocusing anggaran, pembangunan Covid Centre, intervensi jasa tenaga kesehatan (Nakes), pertumbuhan ekonomi, pemberian bantuan sosial, hingga pelibatan semua unsur termasuk dunia usaha.

“Salah satu intervensi yang saya lakukan dalam memberikan hak-hak nakes sebagai ujung tombak yakni kebijakan penganggaran insentif nakes yang terhenti September 2020 lalu. Kami koordinasikan dengan BPK, dan BPK juga menilai bahwa kebijakan itu normatif dalam upaya penyelamatan di tengah situasi Covid-19,” ungkap Taufan.

Mengusung prinsip terkoordinasi dan terintegrasi, paparan Taufan Pawe berbasis data diapresiasi panelis.

“Jawaban Pak Wali Kota Parepare selalu by data. Banyak hal baru yang dilakukan dan inilah yang harus diketahui oleh masyarakat Indonesia, bukan hanya warga Parepare,” tutup Andi Ilham Said, salah seorang panelis.

Taufan juga diminta mengulas tentang konsep Kota Industri Tanpa Cerobong Asap, serta progres Institute Teknologi Habibie, di mana Kemendikbud telah membuka lowongan CPNS dosen dan staf sebanyak 23 orang untuk institut tersebut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Pemkot Parepare