Redaksi
Redaksi

Sabtu, 26 Juni 2021 14:58

Gawat, 2.500 Orang di India Mendapat Suntikan Abal-abal Vaksin Palsu, Isinya Air Garam

Gawat, 2.500 Orang di India Mendapat Suntikan Abal-abal Vaksin Palsu, Isinya Air Garam

Hampir 5.000 orang di Mumbai dan Kalkuta, termasuk penyandang disabilitas, disuntik dengan vaksin Covid-19 palsu.

 

BUKAMATA - Setidaknya 2.500 orang di India menjadi korban vaksin Covid-19 palsu di tengah upaya negara tersebut meningkatkan tingkat vaksinasi, menyusul gelombang Covid yang sangat mematikan pada bulan April dan Mei.

Polisi mengatakan, sekitar 2.000 warga di Mumbai disuntik dengan vaksin Covid-19 yang ternyata adalah larutan garam.Beberapa di antara mereka merasakan efek samping seperti mengantuk hingga sakit di lengan bekas suntikan, sebagaimana dilansir dari The Straits Times.

Polisi membongkar kasus vaksin palsu setelah menerima laporan dari politisi setempat yang menaruh curiga.

Ia sendiri sempat mendapat suntikan vaksin yang ternyata larutan garam tersebut.

Seorang warga yang menerima vaksin palsu mengungkapkan ia tadinya tidak menaruh curiga dan tidak memperkirakan akan mendapatkan suntikan abal-abal.

"Yang saya pikirkan adalah bagaimana caranya mendapatkan vaksin sebelum datangnya gelombang ketiga [pandemi virus corona]," kata seorang warga.

Pejabat Kolkata Atin Ghosh mengatakan, botol-botol yang disita diberi label bertuliskan mengandung vaksin AstraZeneca, yang dicap di India sebagai Covishield.

"Ditemukan bahwa label Covishield menempel di label lain, yang terdiri dari Amikacin Sulphate 500 mg, antibiotik yang digunakan untuk mengobati infeksi bakteri pada saluran kemih, tulang, otak, paru-paru, dan darah," kata Atin.

Penipuan itu terungkap setelah seorang aktris dan politisi Mimi Chakraborty, yang juga menerima tembakan di salah satu kamp, merasa curiga. Dia segera melapor kepada polisi.

Setelah dilakukan penangkapan, polisi menyita kartu identitas palsu dari tersangka, salah satunya adalah pejabat Kementerian Penerangan dan satu lagi sebagai komisaris kota. Mereka beroperasi menggunakan mobil dengan stiker pemerintah Kolkata.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Vaksin corona