Menag Salurkan Bantuan untuk Madrasah, Guru, dan Siswa Terdampak Longsor Cisarua
01 Februari 2026 20:42
Andi Akmal Pasluddin, menyerahkan bantuan bibit kakao untuk petani di Bone, Sulsel. Rencana untuk areal 100 hektare.
BONE, BUKAMATA -- Legislator asal Sulawesi Selatan II, Andi Akmal Pasluddin, menyerahkan bantuan bibit kakao di Kabupaten Bone. Bibit kakao itu, rencana untuk ditanam di area seluas 100 hektare ini, diserahkan bersamaan dengan bimbingan teknis untuk petani.
"Bibit kakao ini, merupakan aspirasi atau permintaan petani kepada pemerintah. Kami di DPR menyuarakan kepada pemerintah, agar ada upaya mengembalikan kejayaan Kakau di Indonesia. Kalau sentra sawit ada di Sumatera dan Kalimantan, maka untuk kakao ini sentranya ada di Sulawesi Selatan," urai Akmal.
Penyerahan bibit kakao yang dilakukan anggota DPR RI ini di Kecamatan Tellusiattinge, Kabupaten Bone. Dihadiri langsung Andi Akmal yang kerap disapa masyarakat dengan AAP. Akmal didampingi oleh tim penggerak lapangan sekaligus penghubung masyarakat, dengannya menjadikan pertemuan dengan masyarakat yang mayoritas berprofesi sebagai petani dan pekebun sebagai ajang penyerapan aspirasi, di mana akan dijadikan bahan ajuan sidang di Komisi IV DPR RI.
Akmal menerangkan, ia telah memperjuangkan bangkitnya kakao ini sudah sejak beberapa tahun silam. Tahun lalu, ia rutin memberikan semangat dan motivasi sejumlah petani sekaligus diberikannya stimulus bibit kakao kepada para petani. Baru-baru ini, di hadapan menteri dan seluruh jajaran eselon 1 kementerian pertanian, Akmal juga meminta kepada pemerintah untuk memberikan fokus kebijakan dan tindakan untuk kemajuan kakao Indonesia yang dimulai di Sulawesi Selatan.
"Alhamdulillah, tahun 2021 ini, bantuan pemerintah dalam bentuk bibit tanaman kakao sudah semakin masif. Sekarang bagaimana mempertahankan semangat petani dengan pendididikan, pendampingan dan pengawalan sarana dan prasarana produksinya hingga kakao ini berhasil kembali bangkit di Indonesia yang berpusat di Sulsel," urai Akmal.
Politisi PKS ini meyakinkan kepada masyarakat, setiap detail penanaman kakao ini mesti serius mulai dari penyiapan lahan yang baik. Kemudian menanam dengan bibit yang terbaik. Perawatan, panen, pasca panen juga diminta untuk dikelola secara profesional termasuk dengan pengembangan pasar hingga ke perdagangan internasional.
"Kita semua mesti berupaya maksimal untuk sesuatu hal. Bapak ibu petani kakao yang serius dalam memproduksi kakao, insyaallah, kita semua akan mendukung, baik di lingkungan DPR maupun pemerintah. Semoga kakao menjadi komoditas terbaik di Indonesia, hingga dunia mengakuinya," tutup Akmal.
01 Februari 2026 20:42
01 Februari 2026 17:46
01 Februari 2026 14:50
01 Februari 2026 10:33