Redaksi
Redaksi

Senin, 14 Juni 2021 16:02

Usai Dilantik, BMI Kota Makassar Gelar Dialog dengan Tema "Peran Pemuda Dalam Mengawal Pancasila

Usai Dilantik, BMI Kota Makassar Gelar Dialog dengan Tema "Peran Pemuda Dalam Mengawal Pancasila

Kegiatan ini kita laksanakan dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno

MAKASSAR, BUKAMATA - Setelah dilantik, DPC BMI Kota Makassar langsung gelar Dialog Peran Pemuda di dalam Mengawal Pancasila dengan menghadirkan Ar Sony SH., Ketua DPD Repdem Sulsel, dan Vaisjal Arifin Pengurus DPC BMI Kota Makassar.

Seperti disampaikan oleh penanggung jawab kegiatan Bagas Putra Muchtar, bahwa kegiatan ini kita laksanakan dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno, yang dilaksanakan di Hotel Dalton, Senin (14/6/2021).

Sebagai bentuk penghormatan kita kepada Proklamator tercinta, dimana bulan Juni ini adalah bulan yang sakral, 1 Juni 1945 hari lahirnya Pancasila, dimana Bung Karno merumuskan sila-sila Pancasila, tanggal 6 Juni hari lahirnya Bung Karno dan tanggal 21 Juni hari wafatnya beliau, ujar Bagas yang juga Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Ideologi BMI Kota Makassar.

Ar Sony dalam pemaparannya menjelaskan "Sebagai sebuah negara bangsa, maka kita bisa melihat bagaimana peran strategis para pemuda dalam peristiwa sekitar proklamasi kemerdekaan Indonesia pada waktu itu. Tidak berhenti di sini, pemuda juga turut  andil dalam upaya mempertahankan NKRI dari rongrongan pemberontakan di dalam negeri pada awal kemerdekaan,"

Semangat nasionalisme ditindak lanjuti dengan komitmen penyatuan identitas kebangsaan, kebahasaan dan tanah air yang satu, sebagaimana disumpah-ikrarkan pemuda pada tahun 1928 melalui Sumpah Pemuda. Dan sampai pada puncaknya, pada tanggal 17 Agustus 1945, identitas ke-Indonesiaan diproklamirkan menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia yang merdeka dan berdaulat. Rentetan fase pergerakan kaum muda di masa perjuangan kemudian disatukan oleh komitmen untuk mencapai kemerdekaan, juga terbebas dari penjajahan yang dilakukan oleh kaum kolonial, ungkap Ar Sony yang juga aktifis buruh ini.

Sementara itu Vaisjal Arifin lebih menekankan bahwa Karya pemuda Indonesia, yakni pada tahun 1966 dengan berbagai kesatuan aksi yang dibentuk pemuda terutama dari golongan mahasiswa kembali menyerukan semangat perubahan. Jargon Tri Tuntutan Rakyat (Tritura) menjadi seruan utama, dengan desakan itu akhirnya rezim orde lama berganti menjadi orde baru yang kelahirannya turut dibidani oleh pemuda terutama Mahasiswa. Gerakan mahasiswa juga yang meruntuhkan pemerintahan orde baru akibat produk hukum yang dijalankan bersifat konservatif atau ortodoks, atau dengan kata lain politik yang dijalankan bersifat otoriter berbasis birokrasi dan militer, ungkapnya.

Kegiatan ini diikuti oleh elemen pemuda termasuk dari KNPI Kota Makassar.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#DPD PDIP Sulsel