BUKAMATA - Para pemimpin Uni Eropa mengutuk keras "pendaratan paksa" pesawat Ryanair dan penahanan Roman Protasevich, yang merupakan kritikus Presiden Belarusia.
Pada pertemuan di Brussel, 27 pemimpin negara anggota UE setuju untuk menjatuhkan sanksi ekonomi lebih lanjut terhadap Belarusia.
Mereka memutuskan untuk melarang maskapai penerbangan Belarusia terbang di langit Eropa, serta memerintahkan penerbangan UE untuk tidak terbang di atas Belarusia.
Mereka juga meminta Organisasi Penerbangan Sipil Internasional untuk "segera menyelidiki" pengalihan penerbangan yang ditumpangi Protasevich.
Pratasevich sedang dalam penerbangan dari Yunani ke Lituania, ketika pesawat yang dia tumpangi dipaksa mendarat di Belarusia, dengan alasan ancaman bom.
Negara-negara Barat menuduh Belarusia "membajak" pesawat tersebut.
Sebuah video telah dirilis pada Senin malam, yang menunjukkan Protasevich berbicara dan menginformasikan mengenai kondisinya, setelah ditangkap di bandara.
Dalam klip itu, jurnalis kritis itu mengatakan bahwa dia dalam keadaan sehat dan tampaknya mengakui kejahatan yang telah dituduhkan kepadanya oleh negara Belarusia.
"Saya dapat mengatakan bahwa saya tidak memiliki masalah kesehatan ... Saya terus bekerja sama dengan penyelidik dan saya mengaku telah mengorganisir kerusuhan massal di kota Minsk," katanya dalam video tersebut.
Tetapi para aktivis, termasuk pemimpin oposisi utama negara itu, mengkritik video tersebut dan mengatakan bahwa Protasevich berada di bawah tekanan untuk mengakui kesalahannya.
Sementara itu, seorang Wakil Menteri Luar Negeri Polandia mengatakan bahwa dia telah mendengar kabar dari ibu Protasevich bahwa kondisi kesehatan pria berusia 26 tahun itu sangat serius.
"Kami telah menerima sinyal dari ibu Roman Protasevich bahwa kondisi kesehatannya sangat serius. Itu yang bisa saya katakan tentang hal itu," kata Pawel Jablonski kepada TVN24.