Muh. Taufik
Muh. Taufik

Rabu, 12 Mei 2021 13:40

Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Sulawesi Selatan, Dr Abdul Hayat Gani.
Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Sulawesi Selatan, Dr Abdul Hayat Gani.

Sekprov Sulsel: Pembatasan Tak Halangi Silaturahmi

Dengan berbagai kecanggihan teknologi saat ini, kata Abdul Hayat, silaturahmi dengan keluarga dan kerabat tetap bisa dilakukan meski tak bisa saling mengunjungi.

MAKASSAR, BUKAMATA - Idul Fitri 1442 Hijriah masih harus dijalani dengan penuh batasan, hal ini lantaran Pandemi Covid-19 yang melanda dunia sejak 2019 lalu belum juga terkendali. Pun begitu, berbagai batasan yang ada tidak harus menghalangi silaturahmi dengan keluarga dan kerabat. Pesan inilah yang disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Sulawesi Selatan, Dr Abdul Hayat Gani.

"Tradisi mudik yang setiap tahun berjalan, nampaknya tahun ini perlu dihindari demi menjaga keluarga kita yang berada di daerah masing-masing. Akan tetapi nilai-nilai silaturrahim Idul Fitri tetap dijalankan meskipun dengan cara yang berbeda seperti saling menyapa, mendoakan, dan memaafkan," jelasnya dalam rilis yang diterima Bukamatanews, Rabu (12/5/2021).

Dengan berbagai kecanggihan teknologi saat ini, kata Abdul Hayat, silaturahmi dengan keluarga dan kerabat tetap bisa dilakukan meski tak bisa saling mengunjungi. "Kemaslahatan kesehatan bersama lebih penting dari sekedar untuk silaturrahim bersama," ungkapnya.

Menurut Abdul Hayat, Idul Fitri menjadi hari yang ditunggu-tunggu umat Islam selepas menjalankan ibadah puasa Ramadan. "Setelah melaksanakan ibadah puasa penuh di bulan suci Ramadhan, kita merasakan kesempurnaan kebahagian dengan bersilaturahim kepada keluarga, baik yang dekat maupun yang jauh dalam rangka untuk saling mendoakan dan memohon maaf. Dari sini akan terjalin hubungan kekeluargaan yang akrab dan membawa keberkahan," paparnya.

Namun aktifitas ini, lanjut Abdul Hayat, di masa pandemi tidak bisa dilaksanakan sebagaimana yang diharapkan. Sebagian besar dari kita lebih cenderung untuk menutup diri di rumah dan menghindari untuk bertemu dengan orang lain dalam rangka menjaga diri dari wabah yang sedang berjalan.

"Makna Idul Fitri tahun ini mempertegas kepada kita pentingnya menguatkan institusi keluarga. Kondisi pandemi yang memaksa kita untuk tidak beraktifitas di luar rumah, menuntut para anggota keluarga mampu menjalankan peran masing-masing. Ayah sebagai kepala keluarga dapat menjalankan tugas yang sesuai dengan tugas dan kewajibannya. Meskipun ia harus melakukan pekerjaan dari rumah, bukan berarti tidak peduli dengan istri dan anak-anaknya," jelas birokrat yang pernah menduduki jabatan Direktur di Kementerian Sosial RI ini.

#Sekda sulsel Abdul Hayat Gani #Pemprov Sulsel