Ririn
Ririn

Senin, 10 Mei 2021 09:37

Keluarga mulai menguburkan beberapa korban pada hari Minggu (Getty Images)
Keluarga mulai menguburkan beberapa korban pada hari Minggu (Getty Images)

Ledakan Bom di Sekolah Afghanistan: Korban Tewas Bertambah Jadi 68

Belum ada yang mengaku melakukan serangan tersebut, namun pemerintah Afghanistan menyalahkan militan Taliban

BUKAMATA - Korban tewas akibat serangan bom di luar sebuah sekolah di ibu kota Afghanistan, Kabul, telah meningkat menjadi 68 orang.

Pada hari Minggu, keluarga korban menguburkan anak-anak mereka, sementara dokter di rumah sakit masih berjuang untuk merawat 165 orang lainnya yang terluka. Beberapa keluarga juga masih mati-matian mencari anak-anak mereka yang hilang.

Ledakan terjadi pada Sabtu malam di depan sekolah Sayed Al-Shuhada. Dua bom susulan kemudian meledak ketika para siswa bergegas keluar karena panik.

Seorang korban selamat, Zahra, mengatakan kepada wartawan bahwa dia meninggalkan sekolah saat ledakan terjadi.

"Teman sekelas saya meninggal. Beberapa menit kemudian ada ledakan lagi, dan ledakan lagi. Semua orang berteriak dan ada darah di mana-mana," katanya.

Serangan itu terjadi di lingkungan Dasht-e-Barchi, rumah bagi komunitas besar Syiah dari etnis minoritas Hazara.

Sejauh ini belum ada yang mengaku melakukan serangan tersebut. Namun pemerintah Afghanistan menyalahkan militan Taliban, tapi kelompok itu membantahnya dan mengutuk setiap serangan terhadap warga sipil.

Ledakan itu terjadi saat AS mulai menarik semua tentaranya dari Afghanistan yang akan berakhir pada 11 September.

Pada hari Sabtu, departemen luar negeri AS mengutuk "serangan biadab" tersebut.

"Kami menyerukan diakhirinya segera kekerasan dan penargetan warga sipil tak berdosa yang tidak masuk akal," kata mereka dalam sebuah pernyataan, dikutip BBC.

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres juga mengutuk serangan itu dan mengungkapkan simpati terdalamnya kepada keluarga para korban dan kepada pemerintah serta rakyat Afghanistan.

#Afghanistan