BARRU, BUKAMATA - Oknum Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan (Sulsel), berinisial AT, dilapor empat wanita yang merupakan tenaga honorernya. AT dituduh melakukan pencabulan.
AT membantah melakukan pencabulan terhadap 4 orang wanita pegawai honorernya. Dia pun melaporkan balik empat wanita honorer, dengan tuduhan pencemaran nama baik.
Kanit PPA Polres Barru Ipda Mudaffar membenarkan adanya saling lapor antara oknum Kadis AT dengan empat wanita yang mengaku korban pencabulan. Menurutnya, semuanya akan diproses.
Khusus untuk laporan dugaan pencabulan terhadap empat orang tenaga honorer oleh oknum Kadishub Barru, polisi telah memeriksa para empat tenaga honorer yang mengaku menjadi korban.
"Selanjutnya, kami sudah berkomunikasi dengan penasihat hukumnya agar dia (Kadishub) akan diambil keterangannya juga sebagai terlapor," jelas Mudaffar.
Lalu, untuk laporan pencemaran nama baik yang dilaporkan Kadishub Barru, AT dengan terlapor empat tenaga honorer, polisi juga telah meminta keterangan para tenaga honorer sebagai terlapor.
"Jadi dua-duanya masih penyelidikan kami, insyaallah dalam waktu dekat akan segera merampungkan pemeriksaan saksi-saksi dan sebagainya, segera kami gelar perkara untuk menentukan naik ke tahap penyidikan atau seperti apa," kata Mudaffar.
Sementara itu, Jumadi Mansyur selaku kuasa hukum 4 tenaga honorer yang melapor menjadi korban pencabulan, mengaku tak risau jika kliennya dilaporkan balik oleh Kadishub AT.
"Kami kan juga punya data, punya bukti-bukti. Kenapa kami melapor, kami juga sudah punya bukti yang kami ajukan ke Polres Barru," kata Jumadi.
Bukti tersebut, kata Jumadi, berupa hasil pemeriksaan psikolog terhadap korban dan sejumlah saksi-saksi yang menguatkan laporan korban.
Sebelumnya diberitakan, Kadishub Barru berinisial AT dipolisikan atas dugaan mencabuli 4 orang tenaga honorer yang menjadi bawahannya. Terlapor disebut kerap melakukan pelecehan seksual dengan cara memanggil korban agar menghadap ke ruangannya.
"Ya modusnya seperti apa, ya itu tadi, mereka dipanggil masuk ke ruangan dengan berbagai alasan," kata pendamping hukum korban saat melapor ke polisi, Arni Yonathan, Selasa (20/4/2021) lalu.
TAG
BERITA TERKAIT
-
Aksi Bejat Nelayan di Bone yang Cabuli Anak Dibawah Umur Berkali-kali
-
Walid di Dunia Nyata, Pimpinan Pesantren di NTB Setubuhi Belasan Santri dengan Modus Mengijazahkan
-
Oknum Guru di Palopo Sodomi Muridnya Berulang Kali
-
Pria di Makassar Nyaris Diamuk Massa Usai Cabuli Empat Anak di Dalam Masjid
-
Cabuli Tiga Santri, Pimpinan Rumah Tahfidz Al-Fatih Gowa Ditangkap