Aswad Syam
Aswad Syam

Senin, 03 Mei 2021 10:35

Ilustrasi
Ilustrasi

Empat Pelaku Pengeroyok Petugas Tol di Makassar Dibekuk

Empat terduga pelaku penganiayaan terhadap petugas tol, diamankan Jatanras Polrestabes Makassar.

MAKASSAR, BUKAMATA - Sabtu, 1 Mei 2021. Malam itu, Muh Azan Taufik alias Azan (22), Syahrul Dg Ronrong (37), Rian Febrianto (29) dan Asril alas Asril (26) pasrah saat dibekuk polisi. Keempatnya ditangkap atas dugaan penganiayaan terhadap seorang petugas tol.

Mereka diamankan atas laporan pengaduan Rachmat Riyadi Nomor : 287, 23 April 2021 Sek Tamalanrea. Mendapat laporan, sekira pukul 22.00 Wita, anggota Jatanras Polrestabes Makassar, berhasil menangkap terduga pelaku di Jl Topas, Kecamatan Panakkukang, Makassar.

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Agus Khaerul membenarkan penangkapan itu. Menurutnya, penangkapan berawal saat anggota Jatanras dipimpin Kasubnit 2, Ipda Nasrullah mengetahui keberadaan pelaku sedang berada di Markas Kiwal, Jl Topaz.

“Keempat pelaku diamankan di Markas Kowal Jl Topaz. Setelah berhasil diamankan, mereka kemudian dibawa ke posko Jatanras untuk dilakukan Interogasi,” kata Kompol Agus, Minggu (2/5/2021).

Hasil interogasi lanjut Kompol Agus, pelaku Azan mengakui dan membenarkan telah memukul korban menggunakan tangan. Pelaku Syahrul juga mengakui dan membenarkan telah memukul korban dengan menggunakan tangan dan kakinya ke arah wajah korban.

“Begitu pun dengan pelaku Rian. Dia mengakui dan membenarkan telah memukul ke arah wajah korban dengan menggunakan helm yang dipakainya dan pelaku Asril juga mengakui memukul korban dengan menggunakan helm yang di gunakannya ke arah kepala korban, ” lanjut Agus.

Diberitakan sebelumnya, iring-iringan pengantar di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), pada Jumat (23/4/2021). Aksi iring-iringan motor pengantar jenazah tersebut kemudian viral di media sosial (medsos).

Dalam sebuah potongan video viral, tampak puluhan sepeda motor melaju cepat di jalan tol dengan di bagian belakang menyusul satu unit ambulans yang diduga membawa jenazah.

Pada potongan video yang viral lainnya, terdengar pengendara wanita berteriak bahwa para pengantar jenazah sedang mengamuk. Sedangkan potongan video yang lainnya lagi merekam adanya keributan yang diwarnai perusakan fasilitas tol. Terkait perusakan tersebut, polisi memastikan akan mengusutnya.

"Makanya perusakannya itu kita laporkan karena itu perbuatan melawan hukum," jelas Dirlantas Polda Sulsel Kombes Frans Santoe, Senin (26/4/2021).

Menurut Kompol Agus Khaerul, saat itu gerbang tol dijaga Rachmat Riyadi. Karena tak mau membayar, maka korban tak membuka palang. Emosi, para pelaku lantas menganiaya korban.

Penulis: Maulana

#Pengeroyokan