Ririn : Minggu, 02 Mei 2021 08:29
Foto via BBC

BUKAMATA - AS dan NATO secara resmi telah mulai menarik pasukannya dari Afghanistan, setelah berada di negara itu selama hampir 20 tahun.

Penarikan itu akan berlangsung hingga 11 September, dan bertujuan untuk mengakhiri "perang selamanya," seperti yang dikatakan Presiden AS, Joe Biden.

Biden mengatakan bahwa penarikan tersebut dibenarkan karena pasukan AS telah memastikan Afghanistan tidak bisa lagi menjadi pangkalan bagi jihadis asing untuk berkomplot melawan Barat.

Sementara itu, Presiden Afghanistan Ashraf Ghani mengatakan bahwa pasukan pemerintah sepenuhnya mampu menahan pemberontak.

Dia berpendapat bahwa penarikan pasukan AS dan NATO akan menghilangkan alasan Taliban untuk berperang.

"Siapa yang kamu bunuh? Apa yang kamu hancurkan? Dalih kamu untuk memerangi orang asing sekarang sudah berakhir," kata Ghani pada Taliban.

Tetapi banyak yang tidak memiliki optimisme yang sama.

"Setiap orang takut bahwa kami mungkin kembali ke hari-hari kelam era Taliban," kata Mena Nowrozi, yang bekerja di sebuah stasiun radio swasta di Kabul, pada kantor berita AFP.

"Taliban masih sama; mereka tidak berubah. AS seharusnya memperpanjang kehadiran mereka setidaknya satu atau dua tahun."

Kekhawatiran Nowrozi bukan tanpa alasan. Penarikan pasukan AS dilakukan di tengah meningkatnya kekerasan, di mana pasukan keamanan Afghanistan tetap siaga tinggi untuk serangan pembalasan dari Taliban.

Dan juga, kelompok itu telah memperingatkan bahwa mereka tidak lagi terikat oleh kesepakatan (yang diteken dengan pemerintahan Donald Trump) untuk tidak menargetkan pasukan internasional.

Kesepakatan itu menyatakan bahwa AS harus menarik semua pasukannya pada 1 Mei 2021. Namun bulan lalu Presiden AS mengundur rencana tersebut dengan mengatakan bahwa beberapa tentara akan bertahan sampai 11 September tahun ini, bertepatan dengan peringatan 20 tahun serangan 9/11, dengan alasan situasi keamanan.

Seorang juru bicara Taliban mengatakan "pelanggaran ini pada prinsipnya telah membuka jalan bagi [pejuang Taliban] untuk mengambil setiap tindakan balasan yang dianggap tepat terhadap pasukan pendudukan".