Ririn
Ririn

Minggu, 18 April 2021 13:11

Foto: AFP
Foto: AFP

Ratu Elizabeth Mengantarkan Pangeran Philip ke Tempat Pembaringannya

Wanita berusia 94 tahun itu membaringkan Duke of Edinburgh untuk beristirahat di Kapel St George dalam kebaktian pada Sabtu sore.

BUKAMATA - Dengan berpakaian serba hitam, topi hitam dan masker hitam, Ratu Elizabeth melepas kepergian suaminya, Pangeran Philip, yang telah mendampinginya selama 73 tahun.

Wanita berusia 94 tahun itu membaringkan Duke of Edinburgh untuk beristirahat di Kapel St George dalam kebaktian pada Sabtu sore.

Untuk ucapan selama tinggal, ia menulis catatan tulisan tangan dan diselipkan di antara bunga-bungan di peti mati sang suami.

Daily Star melaporkan bahwa kartu itu ditandatangani dengan Elizabeth atau Lilibet (nama panggilan sang duke untuk ratu).

Nama Lilibet diberikan oleh ayahnya, Raja Geroge VI karena dia tidak bisa mengucapkan namanya sendiri ketika dia masih muda.

Namun Philip, bersama dengan anggota keluarga dekat lainnya, masih kerap memanggilnya dengan nama itu.

Pangeran Philip meninggal pada 9 April lalu. Prosesi pemakamannya pada hari Sabtu kemarin dihadiri oleh empat anaknya, yaitu Pangeran Charles, Putri Anne, Pangeran Andrew and Pangeran Edward, serta delapan cucunya.

Karena pandemi virus corona, jumlah orang yang bisa menghadiri upacara tersebut dibatasi, yaitu hanya 30 pelayat.

Seluruh prosesi kerajaan dan pemakaman berlangsung di luar pandangan publik di dalam halaman kastil, tetapi ditayangkan secara langsung di televisi.

Ratusan orang berbaris di jalan-jalan di luar kastil untuk memberi penghormatan kepada pangeran. Beberapa memegang bendera Union dan bunga, sementara yang lain mengenakan masker wajah khusus yang menampilkan foto kerajaan.

Tubuh Philip dibawa ke Kapel St George di kastil dengan Land Rover yang dirancang khusus oleh pangeran itu sendiri.

Kendaraan itu diikuti oleh anggota Keluarga Kerajaan, termasuk Pangeran William dan Harry.

Prosesi tersebut melintasi lapangan Kastil Windsor, melewati detasemen militer yang tersusun di bawah langit biru cerah.

Di dalam kapel Gotik abad pertengahan, tempat pernikahan dan pemakaman kerajaan selama berabad-abad, kebaktian ini tenang dan tanpa arak-arakan yang berlebihan.

Philip sangat terlibat dalam perencanaan upacara tersebut. Atas permintaannya, tidak ada khotbah. Juga tidak ada eulogi atau bacaan, sesuai dengan tradisi kerajaan.

Mantan Uskup London Richard Chartres, yang mengenal Philip dengan baik, mengatakan kebaktian 50 menit itu mencerminkan preferensi pangeran, yang adalah pria beriman tetapi menyukai hal-hal ringkas.

Peti mati Pangeran Philip dibungkus dengan bendera pribadinya, diatapi dengan Admiral of the Fleet Naval Cap dan pedang. Pedang diberikan kepadanya oleh ayah mertuanya, Raja George VI, pada kesempatan pernikahannya dengan ratu pada tahun 1947.

Di atas peti mati terdapat karangan bunga pilihan ratu, termasuk lili putih, mawar putih kecil, freesia putih, bunga lilin putih, dan melati. Catatannya diselipkan di antara bunga-bunga itu, tetapi isinya tidak diungkapkan.

#Pangeran Philip