BUKAMATA - PBB telah menyatakan akan tetap mempertahankan misi politik dan kemanusiaannya di Afghanistan, meskipun pasukan AS dan NATO telah meninggalkan negara itu.
Stephane Dujarric, juru bicara sekretaris jenderal PBB mengatakan bahwa kepergian pasukan jelas akan berdampak pada negara secara keseluruhan.
"Kami akan terus mempelajari situasinya, tetapi pekerjaan kami di Afghanistan akan terus berlanjut," katanya.
"PBB telah hadir dalam tujuan pembangunan kemanusiaan di Afghanistan untuk waktu yang sangat lama, dan kami akan terus berada di sana untuk membantu rakyat Afghanistan."
Dujarric menambahkan bahwa PBB akan menyesuaikan diri dengan situasi di lapangan.
Misi Bantuan Perserikatan Bangsa-Bangsa di Afghanistan (UNAMA) adalah operasi politik kecil yang terdiri dari sekitar 1.200 karyawan, yang sebagian besar adalah warga negara Afghanistan, dan tidak termasuk pasukan penjaga perdamaian.
Jika dihitung dengan semua badan PBB, total kehadiran organisasi itu di Afghanistan berjumlah sekitar 4.000 orang, sekitar 75 persen di antaranya adalah orang Afghanistan.
Presiden AS Joe Biden pada Rabu mengumumkan penarikan pasukan AS dari Afghanistan tanpa syarat, yang akan dimulai pada 1 Mei dan selesai pada 11 September.
Pentagon memiliki sekitar 2.500 tentara di Afghanistan. Ribuan lainnya bertugas sebagai bagian dari pasukan NATO, yang juga akan mundur pada saat yang sama.
TAG
BERITA TERKAIT
-
Jusuf Kalla Tawarkan Pemuda Afghanistan Kuliah di Indonesia
-
Indonesia Kirim Bantuan 10 Juta Dosis Vaksin Polio Produksi Dalam Negeri ke Afghanistan
-
Bom Bunuh Diri Tewaskan 60 Warga Afghanistan dan 12 Tentara AS, ISIS Mengaku Bertanggung Jawab
-
Asyik Berjemur Saat Evakuasi Cepat Dibutuhkan di Afghanistan, Menlu Inggris Didesak Mundur
-
Pesawat TNI AU Evakuasi 26 WNI dari Afghanistan, 7 Non-WNI Juga Ikut