Aswad Syam
Aswad Syam

Kamis, 15 April 2021 12:23

Ilustrasi KPK
Ilustrasi KPK

Pegawai Bank Sulselbar Diperiksa, Dokumen Transaksi Nurdin Abdullah Disita

Dokumen transaksi perbankan Nurdin Abdullah di Bank Sulselbar disita KPK.

MAKASSAR, BUKAMATA - Salah seorang pegawai Bank Sulselbar berinisial M, diperiksa sebagai saksi. Itu terkait transaksi perbankan Gubernur Sulsel nonaktif, Nurdin Abdullah, yang menjadi tersangka kasus penerimaan suap sejumlah infrastruktur di Sulsel.

Informasi tersebut dibenarkan Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri, Kamis, 15 April 2021. Selain memeriksa M, penyidik KPK kata Ali, juga menyita sejumlah dokumen terkait transaksi Nurdin Abdullah.

Hanya saja, Ali tak menjelaskan lebih detail bukti transaksi itu antara siapa dengan siapa. Demikian pula nominal transaksi yang terjadi, tak dipaparkan.

KPK juga turut memeriksa pegawai BUMN, wanita berinisial SAR terkait penarikan uang Agung Sucipto (AW) sebagai tersangka penyuap. Juga memeriksa kepala kantor cabang salah satu bank, MA, terkait aliran uang Nurdin Abdullah.

Pegawai swasta, wanita berinisial SW dan seorang PNS wanita berinisial SP, juga diperiksa sebagai saksi. Mereka ditanyai soal dugaan penerimaan uang dari Nurdin Abdullah.

"Sedangkan bertempat di Gedung KPK Merah Putih juga telah dilakukan pemeriksaan tersangka ER (Edy Rahmat) sebagai saksi untuk tersangka NA dkk. Adapun yang dikonfirmasi antara lain mengenai dugaan adanya beberapa komunikasi terkait pemberian sejumlah uang oleh tersangka AS kepada tersangka NA melalui tersangka ER," ujarnya.

Nurdin Abdullah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap proyek infrastruktur di Sulsel. Bersama Nurdin, juga diciduk dua orang lainnya dan ditetapkan menjadi tersangka, yakni, Sekdis PUTR Sulsel, Edy Rahmat sebagai penerima suap, dan pengusaha Agung Sucipto sebagai tersangka sebagai penyuap.

Ketua KPK Firli Bahuri menyebut Nurdin Abdullah diduga menerima suap terkait sejumlah proyek infrastruktur di Sulsel dari Direktur PT Agung Perdana Bulukumba (APB) Agung Sucipto. Agung disebut berkeinginan mendapatkan beberapa proyek pekerjaan infrastruktur di Sulsel, yang sebelumnya yang bersangkutan telah mengerjakan beberapa proyek di Sulsel beberapa tahun sebelumnya.

Firli menyebut, Nurdin Abdullah diduga menerima uang dari kontraktor lain pada 2020, yaitu Rp200 juta, Rp1 miliar, dan Rp2,2 miliar, sehingga total uang yang diduga diterima Nurdin Abdullah sekitar Rp5,4 miliar.

#OTT KPK #Nurdin Abdullah