BUKAMATA - Orang-orang melaksanakan shalat tarawih di Masjid Nabawi dan di Masjidil Haram dengan memperhatikan jarak sosial, untuk menghindari penyebaran virus corona.
Foto-foto yang diterbitkan oleh Saudi Press Agency (SPA) menunjukkan para jemaah berdiri dengan jarak sekitar satu meter.
“Hanya individu yang divaksin yang mengajukan dan menerima izin melalui aplikasi Tawakkalna yang diizinkan masuk ke masjid untuk melaksanakan Tarawih,” demikian laporan SPA.
Presidensi Umum Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi juga melakukan berbagai langkah pencegahan lainnya. Mereka terus mengintensifkan upaya desinfeksi, sterilisasi, dan operasi, serta mendistribusikan botol air Zamzam sekali pakai kepada para pengunjung dan jamaah.
Operasi sterilisasi dilakukan sepanjang waktu dan sekitar 5.000 liter bahan disinfektan digunakan untuk mensterilkan semua permukaan dan lantai guna menciptakan suasana yang sehat dan bebas pandemi.
Lebih 45 tim lapangan juga dipekerjakan selama 24 jam untuk mensterilkan Masjidil Haram dan bagian luarnya, serta mendistribusikan lebih dari 300 perangkat sterilisasi tangan berkualitas tinggi.
Jumlah orang yang diizinkan masuk ke masjid juga telah dibatasi, dan ada rencana untuk mengatur masuk dan keluarnya pengunjung.
Menurut SPA, Raja Salman bin Abdulaziz telah memerintahkan agar sholat Tarawih dan Isha'a digabungkan dan dipersingkat selama bulan suci Ramadhan di semua masjid Arab Saudi.
Shalat malam tidak boleh melebihi 30 menit di semua masjid di seluruh Kerajaan.
Ramadhan lalu, shalat di Masjid Nabawi di Madinah dan Masjidil Haram di Mekah dibatasi hanya untuk pekerja di dua masjid suci tersebut sebagai tindakan pencegahan terhadap virus corona.
TAG
BERITA TERKAIT
-
Pemerintah Arab Saudi Pangkas Masa Berlaku Visa Umrah
-
Putra Mahkota Arab Saudi Suntik Danantara Rp162 Triliun
-
Warga Saudi Selundupkan 108 Jemaah Haji Ilegal dalam Kontainer
-
Serang Al Aqsa, Ribuan Warga Israel Sebar Slogan Kebencian ke Orang Arab
-
Trump Menang! Qatar Airways Sepakat Pesan 210 Pesawat Jet dari Boeing