Ririn
Ririn

Jumat, 09 April 2021 17:19

PM Italia Menyebut Presiden Turki Diktator

PM Italia Menyebut Presiden Turki Diktator

Penilaiannya berdasarkan sikap Erdogan selama pertemuannya dengan Presiden Dewan Eropa Charles Michel dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen.

BUKAMATA - Perdana Menteri Italia, Mario Draghi secara terang-terangan menyebut Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sebagai seorang diktator.

Penilaiannya berdasarkan sikap Erdogan selama pertemuannya dengan Presiden Dewan Eropa Charles Michel dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen.

Dia menuduh Tayyip Erdogan telah mempermalukan Ursula von der Leyen pada pertemuan mereka di Ankara pada 7 April.

“Saya tidak setuju dengan posisi Presiden Erdogan dalam keadaan apa pun. Saya tidak berpikir itu adalah perilaku yang pantas, dan saya sangat sedih dengan penghinaan yang harus diderita oleh Presiden Komisi von der Leyen," katanya, ketika dimintai tanggapan oleh wartawan mengenai sikap Erdogan.

"Kita harus mengatakan bahwa dengan diktator-diktator ini, mari kita menyebutnya demikian, sebagaimana apa adanya mereka, dengan siapa seseorang tetap harus bekerja sama, seseorang harus jujur: mengungkapkan ketidaksetujuan kita, dalam hal pandangan, sikap, pandangan kita dalam konteks masyarakat, tetapi pada pada saat yang sama, harus siap bekerja sama, dengan tujuan untuk kepentingan negara kita. Itu penting, kami harus mencapai keseimbangan yang tepat," tambah Draghi.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Luar Negeri Turki Mevlüt Çavuşoğlu mengatakan bahwa Ankara sangat mengutuk komentar "ofensif" Draghi.

"Kami sangat mengutuk retorika populis yang tidak dapat diterima dari Perdana Menteri Italia Mario Draghi dan komentarnya yang ofensif dan tidak terkendali tentang presiden terpilih kami," kata menteri luar negeri Turki dalam sebuah posting Twitter.

Kantor berita Anadolu melaporkan bahwa Kementerian Luar Negeri Turki juga telah memanggil duta besar Italia untuk negara itu.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Erdogan