Ririn
Ririn

Kamis, 08 April 2021 14:32

Kyaw Zwar Minn (kanan)
Kyaw Zwar Minn (kanan)

Militer Myanmar Merebut Kedutaan di Inggris dan Mengkudeta Dubesnya

Duta Besar, Kyaw Zwar Minn, mengatakan pada hari Rabu bahwa staf kedutaan diminta untuk meninggalkan gedung oleh perwakilan militer Myanmar di Inggris

BUKAMATA - Duta besar Myanmar untuk Inggris telah 'dikudeta' dan ditendang dari kantornya oleh Atase militer negara itu.

Sekarang, diplomat yang setia kepada junta telah mengambil alih perannya, dan bertanggung jawab atas nama militer.

Duta Besar, Kyaw Zwar Minn, mengatakan pada hari Rabu bahwa staf kedutaan diminta untuk meninggalkan gedung oleh perwakilan militer Myanmar di Inggris dan dia diberitahu bahwa dia bukan lagi perwakilan negara itu.

Dia menggambarkan insiden itu sebagai "semacam kudeta, di tengah London."

“Mereka menolak untuk mengizinkan saya masuk. Mereka bilang sudah mendapat instruksi dari ibu kota, jadi mereka tidak akan mengizinkan saya masuk,” katanya.

“Ini kudeta. Ini adalah Inggris. Kami tidak berada di Myanmar, di Burma. Mereka tidak bisa melakukan ini. Pemerintah Inggris tidak akan mengizinkan yang ini, Anda akan melihatnya."

Minn telah memutuskan hubungan dengan junta yang berkuasa dalam beberapa pekan terakhir, dan menyerukan pembebasan pemimpin sipil yang ditahan Aung San Suu Kyi.

Dia juga telah bertemu dengan Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab untuk mengutuk kekejaman militer di Myanmar.

Setelah berita itu tersebar, komunitas Burma di London berkumpul di kedutaan untuk melakukan protes.