Nurdin Abdullah dan putranya, Fathul Fauzy. IST
Nurdin Abdullah dan putranya, Fathul Fauzy. IST

Putra Bungsu Nurdin Abdullah Ikut Diperiksa KPK

Fathul Fauzy Nurdin, KPK juga memeriksa pengusaha Raymond Ardan Arfandy, Kepala Dinas PUTR Kabupaten Bulukumba Rudy Ramlan dan satu pengusaha lagi Jhon Theodore.

JAKARTA, BUKAMATA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan korupsi yang menyeret Gubernur Sulawesi Selatan non aktif, Nurdin Abdullah.

Terbaru, putra bungsu Nurdin Abdullah, M Fathul Fauzy Nurdin diperiksa sebagai saksi oleh tim Penyidik KPK di Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta Selatan.

"Hari ini pemeriksaan saksi untuk tersangka Nurdin Abdullah terkait suap perizinan dan pembangunan infrastruktur di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2020-2021," kata pelaksana tugas Juru Bicara KPK, Ali Fikri, Rabu (7/4/2021).

Selain Fathul Fauzy, kata Ali Fikri, KPK juga memeriksa pengusaha Raymond Ardan Arfandy, Kepala Dinas PUTR Kabupaten Bulukumba Rudy Ramlan dan satu pengusaha lagi Jhon Theodore.

Jhon Theodore dan Rudy Ramlan sebelumnya sempat dijadwalkan oleh KPK untuk diperiksa, akan tetapi mangkir.

Diketahui, KPK menetapkan Gubernur nonaktif Sulsel, Nurdin Abdullah dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait pengadaan barang dan jasa, perizinan dan pembangunan infrastruktur di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2020-2021.

Nurdin ditetapkan sebagai penerima suap bersama Sekretaris Dinas PUPR Provinsi Sulawesi Selatan Edy Rahmat. Sementara yang dijerat sebagai pemberi adalah Direktur PT Agung Perdana Bulukumba (APB) Agung Sucipto.

Nurdin diduga menerima suap sebesar Rp 2 miliar dari Agung. Tak hanya suap, Nurdin juga diduga menerima gratifikasi dengan total sebesar Rp 3,4 miliar. Gratifikasi tersebut diterima Nurdin dari beberapa kontraktor.

 

#Nurdin Abdullah #Fathul Fauzi Nurdin