Ririn
Ririn

Sabtu, 03 April 2021 18:57

Int
Int

Tujuh Orang Inggris Meninggal Akibat Pembekuan Darah Usai Divaksin AstraZeneca

Masih belum jelas apakah kematian itu hanya kebetulan atau efek samping asli dari vaksin.

BUKAMATA - Tujuh orang meninggal dunia karena pembekuan darah setelah mendapatkan vaksin Oxford-AstraZeneca di Inggris.

Regulator obat Medicines and Healthcare products Regulatory Agency (MHRA) mengatakan bahwa secara total, 30 dari 18 juta orang yang divaksinasi pada 24 Maret mengalami pembekuan darah tidak biasa tersebut.

Data yang dirilis oleh MHRA pada Jumat menunjukkan 22 kasus cerebral vena sinus thrombosis (CVST) yang merupakan jenis gumpalan darah di otak.

Ini disertai dengan rendahnya tingkat trombosit, yang membantu pembentukan gumpalan darah, di dalam tubuh. MHRA juga menemukan masalah pembekuan lainnya di samping tingkat trombosit yang rendah pada delapan orang.

Masih belum jelas apakah itu hanya kebetulan atau efek samping asli dari vaksin. Namun MHRA meyakinkan bahwa manfaat vaksin masih melebihi risiko apa pun.

"Manfaatnya ... dalam mencegah infeksi Covid-19 dan komplikasinya masih lebih besar daripada risikonya dan masyarakat harus terus mendapatkan vaksin mereka ketika diundang untuk melakukannya," kata Dr June Raine, kepala eksekutif MHRA.

Investigasi sedang dilakukan untuk menentukan apakah vaksin AstraZeneca menyebabkan pembekuan darah yang sangat langka itu.

Awal pekan ini, European Medicines Agency mengatakan itu "tidak terbukti, tapi mungkin".

Ada dua masalah yang menimbulkan kecurigaan. Yang pertama adalah sifat gumpalan yang tidak biasa, termasuk rendahnya tingkat trombosit dan antibodi langka dalam darah yang telah dikaitkan dengan gangguan pembekuan lainnya.

"Hal ini meningkatkan kemungkinan bahwa vaksin dapat menjadi faktor penyebab dalam kasus CVST yang jarang dan tidak biasa ini, meskipun kami belum mengetahui hal ini, jadi diperlukan lebih banyak penelitian," kata Prof David Werring, dari UCL Institute of Neurology.

Masalah lainnya adalah perbedaan antara vaksin Oxford-AstraZeneca dan vaksin Pfizer-BioNTech.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Vaksin Covid-19

Berita Populer