MAKASSAR, BUKAMATA - Kepala Balai Anak Toddopuli Makassar, Christiana Junus menuturkan, 3 tahun terakhir ini jumlah anak yang mendapatkan rehabilitasi sosial di balai anak cukup signifikan.
Sedangkan layanan rehabilitasi yang diberikan hanya sebatas advokasi sosial dan upaya peningkatan kesejahteraan melalui terapi vokasional, belum menyentuh pada aspek ketergantungan anak terhadap penggunaan obat-obatan yang terlarang.
"Oleh karena itu, kami berharap pihak BNN Baddoka dapat mengambil peran dalam upaya penanganan rehabilitasi NAPZA dit empat kami," ujarnya.
Baca Juga :
Di tempat yang sama, Kepala BNN Baddoka Iman Firmansyah mengucapkan terima kasih kepada Kepala Balai Anak Makassar, yang telah mengajak BNN Baddoka untuk menjalin kemitraan dalam upaya penanganan NAPZA untuk anak.
Iman menambahkan, BNN Baddoka punya program yang bernama SARABBA, singkatan dari Sahabat Rehabilitasi Baddoka. Tentunya kata dia, setelah penandatanganan kerja sama ini, Balai Anak sudah pasti menjadi sahabat atau bagian dari program tersebut.
"Kita berharap kerjasama ini dapat saling bersinergi dalam upaya peningkatan kualitas SDM dan penyusunan pedoman rehabilitasi NAPZA," jelasnya.
Setelah melakukan penandatanganan kerja sama, Christiana mengajak rombongan BNN Baddoka memantau aktivitas penerima manfaat residensial.