Ririn
Ririn

Kamis, 25 Maret 2021 08:24

Seorang pria berjalan melewati replika rudal Scud-B Korea Utara (tengah) dan rudal surface to air Korea Selatan (kiri) di Korean War Memorial di Seoul pada tanggal 29 Mei 2017. (AFP / JUNG Yeon-Je)
Seorang pria berjalan melewati replika rudal Scud-B Korea Utara (tengah) dan rudal surface to air Korea Selatan (kiri) di Korean War Memorial di Seoul pada tanggal 29 Mei 2017. (AFP / JUNG Yeon-Je)

Korea Utara Tembakkan Proyektil ke Laut

Kementerian pertahanan Jepang mengatakan bahwa proyektil yang diluncurkan Korea Utara mungkin rudal balistik

BUKAMATA - Korea Utara menembakkan proyektil ke laut pada Kamis pagi (25/03/2021). Ini adalah uji coba rudal balistik pertama negara itu selama pemerintahan Biden.

Kepala staf gabungan Korea Selatan (JCS) mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa "proyektil tak dikenal" itu diluncurkan ke Laut Jepang, yang juga dikenal sebagai Laut Timur di Korea.

Tidak ada rincian lebih lanjut terkait jenis perangkat, atau berapa banyak proyektik yang ditembakkan.

"Otoritas intelijen Korea Selatan dan AS sedang menganalisis data peluncuran tersebut untuk mendapatkan informasi tambahan," kata JCS dalam sebuah pernyataan.

Pejabat AS mengkonfirmasi kepada Reuters bahwa Korea Utara melakukan peluncuran proyektil baru, tanpa memberikan rincian tentang jumlah atau jenis proyektil yang terdeteksi.

Namun Kementerian pertahanan Jepang mengatakan bahwa proyektil itu mungkin rudal balistik, namun tidak jatuh di dalam wilayahnya.

"Itu mungkin rudal balistik. Itu belum jatuh di dalam wilayah Jepang dan diyakini tidak jatuh dalam zona ekonomi eksklusif Jepang," kata seorang juru bicara kementerian pertahanan.

Sebelumnya penjaga pantai Jepang memperingatkan kapal agar tidak mendekati benda yang jatuh dan malah meminta mereka untuk memberikan informasi terkait kepada penjaga pantai.

Korut yang memiliki senjata nuklir dilarang mengembangkan rudal balistik berdasarkan resolusi Dewan Keamanan PBB.

Tetapi negara ini telah membuat kemajuan pesat dalam pengembangan rudal balistik di bawah kepemimpinan Kim Jong Un.

Mereka diduga telah menguji rudal yang mampu mencapai seluruh benua Amerika Serikat pada tahun 2017.

Insiden Kamis terjadi setelah Pyongyang menembakkan dua rudal non-balistik jarak pendek ke arah barat menuju China pada akhir pekan.

Itu menyusul kunjungan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dan Menteri Pertahanan Lloyd Austin ke Korea Selatan untuk membahas masalah aliansi dan keamanan di kawasan itu.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Korea Utara

Berita Populer