Menag Salurkan Bantuan untuk Madrasah, Guru, dan Siswa Terdampak Longsor Cisarua
01 Februari 2026 20:42
Jerman, Prancis, Italia, dan Spanyol termasuk beberapa negara yang telah menghentikan vaksinasi AstraZeneca sebagai tindakan pencegahan.
BUKAMATA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa vaksin covid Oxford-AstraZeneca boleh digunakan, setelah beberapa negara anggota Uni Eropa menghentikan vaksinasi karena kekhawatiran menyebabkan pembekuan darah.
Jerman, Prancis, Italia, dan Spanyol termasuk beberapa negara yang telah menghentikan vaksinasi sebagai tindakan pencegahan.
Pakar keamanan vaksin WHO bertemu pada Selasa untuk membahas suntikan itu. Dan hasilnya mereka sepakat bahwa tidak ada bukti hubungan antara vaksin dan pembekuan darah.
"Sampai hari ini, tidak ada bukti bahwa insiden tersebut disebabkan oleh vaksin dan penting agar kampanye vaksinasi terus berlanjut sehingga kami dapat menyelamatkan nyawa dan membendung penyakit parah dari virus tersebut," kata Juru bicara WHO Christian Lindmeier.
European Medicines Agency (EMA) juga mengatadakan pertemuan pada hari yang sama dan akan menarik kesimpulan pada hari Kamis.
Ada sejumlah kasus pembekuan darah di Eropa yang berkembang setelah vaksin diberikan.
Namun, para ahli mengatakan ini tidak lebih dari jumlah insiden pembekuan darah yang biasanya dilaporkan dalam populasi umum.
AstraZeneca mengatakan bahwa sekitar 17 juta orang di UE dan Inggris telah menerima satu dosis vaksin, sementara pembekuan darah yang dilaporkan kurang dari 40 kasus.
Negara-negara yang hentikan vaksinasi AstraZeneca
Kementerian kesehatan Jerman mengumumkan pada hari Senin bahwa mereka akan menghentikan pemberian vaksin Oxford-AstraZeneca dengan segera, atas rekomendasi dari Paul Ehrlich Institute (PEI), otoritas vaksin negara itu.
"Latar belakang keputusan ini menyusul laporan baru kasus trombosis vena serebral yang terkait dengan vaksinasi AstraZeneca," kata Menteri Kesehatan Jens Spahn.
"Sehubungan dengan kasus-kasus yang baru dilaporkan ini, Institut Paul Ehrlich hari ini mengevaluasi kembali situasinya dan merekomendasikan penangguhan vaksinasi dan analisis lebih lanjut."
"Kami semua sangat menyadari konsekuensi dari keputusan ini, dan kami tidak menganggap enteng keputusan ini," tambahnya.
Tak lama setelah itu, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan Prancis menangguhkan vaksin tersebut sampai nasihat baru diberikan oleh EMA.
"Kami memiliki panduan sederhana, untuk diinformasikan oleh sains dan otoritas kesehatan yang kompeten dan melakukannya sebagai bagian dari strategi Eropa," katanya.
Dan badan obat-obatan Italia memperpanjang larangan yang diberlakukan pada kelompok vaksin individu di seluruh negeri, juga menunggu keputusan EMA.
Sementara itu, Menteri Kesehatan Spanyol Carolina Darias mengatakan penggunaan vaksin akan ditangguhkan di sana setidaknya selama dua minggu.
Penangguhan itu terjadi kurang dari sehari setelah Belanda melakukan hal yang sama. Penangguhannya akan berlangsung setidaknya hingga 29 Maret.
Republik Irlandia, Portugal, Denmark, Norwegia, Bulgaria, Islandia dan Slovenia juga telah menghentikan sementara vaksinasi, sementara Republik Demokratik Kongo dan Indonesia telah menunda peluncurannya.
Namun, Belgia, Polandia, Republik Ceko dan Ukraina mengatakan mereka akan terus memberikan vaksin AstraZeneca.
01 Februari 2026 20:42
01 Februari 2026 17:46
01 Februari 2026 14:50
01 Februari 2026 10:33