Tuntut Pemekaran, Begini Kemampuan Fiskal Empat Daerah di Luwu Raya
01 Februari 2026 10:33
Remaja berusia 19 tahun itu ditembak di kepala pada 3 Maret, ketika bergabung dalam demonstrasi menentang kudeta militer.
BUKAMATA - Pasukan keamanan Myanmar dilaporkan telah menggali kuburan seorang pengunjuk rasa, yang tewas ditembak selama demonstrasi anti-kudeta.
Angel, yang nama aslinya adalah Ma Kyal Sin, telah menjadi simbol perjuangan demokrasi di Myanmar, setelah fotonya muncul menunjukkan dia mengenakan kaos bertuliskan 'Semuanya akan baik-baik saja' saat demo.
Remaja berusia 19 tahun itu ditembak di kepala pada 3 Maret, ketika bergabung dalam demonstrasi menentang kudeta militer.
Ribuan orang mengikuti mobil jenazah Angel dan menghadiri pemakamannya pada 4 Maret.
Namun seorang saksi mata mengatakan kepada CNN bahwa hanya beberapa jam setelah pemakaman, sekitar pukul 16.00 hingga 19.00, sekitar 20 orang tiba di gerbang pemakaman.
"Mereka tiba di sini dengan mobil dan sepeda motor dan mereka menunjuk dengan senjata dan meminta untuk membuka pintu gerbang," kata seorang saksi. "Ada mobil lain dari militer di belakang," tambahnya.
"Saya melihat seorang pria membukakan pintu untuk mereka. Mereka mengatakan kami tidak diizinkan masuk, tidak diizinkan untuk datang melihat, dan tidak boleh memberi tahu siapa pun tentang hal itu."
Keesokan harinya, saksi mengatakan bahwa pasukan keamanan telah 'membangun kembali kuburan' dengan mengisinya semen dan lempengan abu-abu tebal untuk menggantikan bunga.
Ada sampah berserakan di seluruh situs pemakaman. Baju bedah dan sarung tangan plastik berlumuran darah, juga telah dilemparkan ke atas kuburan tersebut.
Menurut CNN, kepolisian Myanmar mengatakan bahwa mereka perlu menyelidiki kematian Angel tetapi keluarganya belum menyetujui otopsi.
Dalam sebuah pernyataan di media pemerintah, polisi mengatakan tubuhnya digali 'dengan izin hakim, pejabat kepala polisi distrik, ahli patologi forensik dan saksi.'
Hari kematian Angel dianggap salah satu yang paling berdarah sejak protes terhadap kudeta militer meletus setelah pasukan keamanan menembaki kerumunan dan menewaskan sedikitnya 38 orang.
Itu terjadi setelah PBB mengatakan militer Myanmar kemungkinan besar melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan, dan bahwa 70 pengunjuk rasa telah 'dibunuh' sejak kudeta bulan lalu.
Lebih dari 2.000 orang juga telah ditahan, dengan tuduhan penyiksaan dan penghilangan paksa.
01 Februari 2026 10:33
01 Februari 2026 10:24
31 Januari 2026 21:37
01 Februari 2026 10:24
01 Februari 2026 10:33